Demer Dicopot dari Waka Komisi VI, Ngaku Siap Ditugaskan di Mana Saja

DEMER (kiri depan) saat foto bersama anggota Fraksi Golkar DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota seluruh Bali serta Airlangga Hartarto (tengah berkalung bunga) usai pengarahan di wantilan DPD Partai Golkar Bali, Jumat (25/3/2022). Foto: hen

DENPASAR – Sempat sekitar 2,5 tahun mengampu jabatan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih kini turun pangkat dengan berstatus anggota Komisi VI sejak pekan lalu.

Politisi Dapil Bali yang biasa disapa Demer itu digantikan kompatriotnya, Muhammad Sarmuji, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur. Yang agak menggelikan, Demer justru tidak tahu-menahu pertimbangan yang melatarbelakangi pencopotan itu.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari laman dpr.go.id, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmat Gobel, memimpin rapat pergantian posisi pimpinan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/3/2022) lalu.

Posisi yang berganti adalah Wakil Ketua dari Fraksi Partai Golkar, dari Sumarjaya Linggih kepada Muhammad Sarmuji setelah ada ada surat keputusan pimpinan Fraksi Partai Golkar.

Pergantian diumumkan dalam rapat yang dihadiri anggota Komisi VI secara langsung maupun virtual. “Setuju,” kata para legislator yang hadir dengan kompak usai Gobel menanyakan kesediaan mereka atas penunjukkan Wakil Ketua yang baru.

“Atas nama pribadi maupun atas nama pimpinan Dewan, menyampaikan ucapan selamat kepada Saudara M. Sarmuji yang dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI,” ucap Gobel di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca juga :  516.450 Warga Denpasar Sudah Divaksin Covid-19 Tahap Pertama

“Semoga Tuhan yang Maha Esa selalu memberi petunjuk dan bimbingannya kepada kita sekalian, khususnya kepada pimpinan Komisi, dalam melaksanakan tugas bangsa dan negara dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” sambungnya menandaskan.

Ditemui saat acara pengarahan Fraksi Golkar DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota se-Bali oleh Airlangga Hartarto di wantilan DPRD Bali, Jumat (25/3/2022), Demer mengaku tidak tahu alasan dia “digusur” dari unsur pimpinan.

Pernyataan serupa diulang kembali saat ditemui usai dialog publik Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Karakter Milenial dalam Mewujudkan Ekonomi Kreatif yang Berkeadilan, di Sanur, Senin (28/3/2022). Demer, sekali lagi, mengaku tidak tahu apa penyebab dia dicopot dari kursi Wakil Ketua.

Meski demikian, buru-buru dia menambahkan, ibarat seorang prajurit, dia berkata siap menjalankan perintah partai. “Kalau diperintah untuk tidak lagi jadi Wakil Ketua Komisi VI, ya jalankan,” katanya dengan nada datar.

Tentang diksi “tidak tahu” yang dia ucapkan itu berarti petinggi Partai Golkar tidak memberitahukan resmi sebelumnya, Demer sempat terdiam sejenak sebelum kemudian menjawab “Iya” sembari mengangguk.

Sayang, dia yang biasanya terbuka bila diwawancara media, kali ini terkesan irit bicara. Termasuk ketika ditanya apakah pencopotan itu sesungguhnya bentuk hukuman secara halus atau sekadar roling biasa. “Soal itu silakan langsung tanya Ketum aja,” kelit politisi asal Tajun, Buleleng tersebut.

Demer kembali tidak bersedia menjawab lugas saat disinggung tentang kemungkinan dicopot karena penggantinya dari Jawa Timur yang, secara demografi dan konstituen, jauh lebih menggiurkan peluang memenangkan Pilpres 2024 dibanding Bali.

Baca juga :  Permudah Lapor Pelanggaran, Bawaslu Segera Luncurkan “Sigap Lapor”

Sebab, Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum memang akan diorbitkan Golkar untuk menjadi calon Presiden pada 2024 mendatang. “Itu kan Anda yang menilai seperti itu, yang tahu pasti alasan sebenarnya ya Pak Ketum,” kata dia tersenyum.

Atau jangan-jangan Anda akan diberi tempat baru yang lebih bagus? Kali ini Demer tertawa. “Wah tidak tahu juga, sebagai prajurit ditempatkan di mana saja harus siap. Tapi kalau benar seperti Anda bilang tadi, tentu lebih bagus lagi,” kelakarnya sembari tergelak.

Airlangga Hartarto sempat ditanyakan soal pencopotan Demer usai memberi pengarahan Fraksi Golkar di wantilan DPD Partai Golkar Bali, Jumat (25/3/2022). Sayang, Menko Perekonomian tersebut diam seribu kata, dan memilih masuk ke mobil saat disodorkan pertanyaan tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.