Dana PEN Fokus untuk Tingkatan Kesejahteraan Masyarakat

  • Whatsapp
RAPAT Paripurna tentang jawaban Bupati Buleleng atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Buleleng terkait Ranperda RAPBD Tahun Anggaran 2021. Foto: rik
RAPAT Paripurna tentang jawaban Bupati Buleleng atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Buleleng terkait Ranperda RAPBD Tahun Anggaran 2021. Foto: rik

BULELENG – Pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah diajukan Pemkab Buleleng, sebagai upaya untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam pemulihan masa pandemi Covid-19 di Buleleng berdasarkan aspek kesejahteraan masyarakat, dengan parameter Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan juga Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Hal ini disampaikan langsung Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, pada Kamis (19/11/2020) dalam rapat paripurna jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Buleleng terkait Ranperda RAPBD Tahun Anggaran 2021, di ruang Sidang Paripurna DPRD Buleleng.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, dihadiri Bupati Buleleng dan TAPD Buleleng, Suradnyana menegaskan, peminjaman dana PEN sebesar Rp517 miliar lebih ke PT SMI Persero ini akan diperuntukan untuk pembangunan Buleleng, sekaligus menggenjot perekonomian Buleleng.

Dana ini baru tahap pengajuan ke pusat, jika disetujui dana ini akan digunakan membiayai kegiatan belanja modal infrastruktur. “Kalau berbicara masalah keberhasilan suatu daerah, tidak bisa dilihat dari besarnya Pendapatan Asli Daerah saja, namun juga PDRB dan IPM,” kata Suradnyana.

Seperti contoh, investasi hotel akan memberikan pengaruh terhadap PAD sesuai aturan perpajakan yang ada. Selain itu, PDRB masyarakat Buleleng juga meningkat. Ada pula investasi yang hanya meningkatkan PDRB tapi tidak memberi kontribusi terhadap PAD. Misalnya, untuk pembangunan rumah sakit dan stadion.

Baca juga :  KPU Tabanan Siapkan Debat Kandidat Pilkada

Dari segi PAD dua pembangunan tidak sangat berpengaruh namun PDRB akan meningkat. Itu dibangun agar berimplikasi kesejahteraan masyarakat. “Untuk pembangunan stadion, memang tidak berimplikasi kepada PAD namun meningkatkan PDRB, seperti dagang-dagang akan bergeliat karena penonton yang berbelanja meningkat. Itu kami maksud peningkatan PDRB,” jelas Suradnyana.

Untuk diketahui dari total jumlah pengajuan pinjaman PEN sebesar Rp517 miliar lebih, rencana untuk pemakaiannya sebagai berikut yakni untuk pemeliharaan jalan dan jembatan Rp126,2 miliar tersebar di 9 kecamatan, rehabilitas jaringan irigasi sebesar Rp30 miliar, untuk Pnataan Danau Buyan Rp114,3 miliar.

Kemudian, pembangunan mall pelayanan publik Rp25 miliar, penanganan limbah dan drainase Rp14 miliar, pembangunan jogging track Lingga-Lovina Rp52 miliar dan pembangunan renivasi Rumah Sakit Umum Rp103,5 miliar. Dan ini baru tahap pengajuan, nantinya pusat akan mengkaji kembali.

“Itu yang akan dilakukan dengan pinjaman PEN ini. Karena pinjaman PEN ini untuk belanja modal. Jadi pembangunan di infrastruktur, ini bukan untuk bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan sosial sudah memilik porsinya sendiri,” ucap Suradnyana.

Sementara Sekda Buleleng, Gede Suyasa menambahkan, saat ini Pemkab Buleleng masih menunggu kesempatan untuk memaparkan usulan pinjaman PEN ini didepan pemerintah pusat. Surat-surat telah dikirim termasuk surat Bupati Buleleng tentang pelampauan batas defisit dan surat-surat lainnya.

“Ini perlu jawaban dari pemerintah pusat. Kami berharap bisa bulan ini. Sehingga begitu ketok palu, kami sudah tahu berapa dana PEN yang nantinya akan dimasukkan ke APBD,” pungkas Suyasa. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.