Adhi Ardhana Ajak Budayakan Pakai Transportasi Umum

  • Whatsapp
AAN Adhi Ardhana. Foto: Ist
AAN Adhi Ardhana. Foto: Ist

DENPASAR – Ketersediaan transportasi umum di Kota Denpasar kian lama sesungguhnya menunjukkan tren membaik. Sayang, fasilitas yang ada tidak diikuti dengan perubahan gaya hidup masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. “Persoalan kita di Denpasar itu bukan kendaraannya layak atau tidak, nyaman atau tidak, tapi masyarakat belum membudayakan pakai transportasi umum yang ada,” ulas Ketua Komisi III DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, Kamis (19/11/2020).

Moda angkutan umum di Denpasar saat ini, sebutnya, ada Trans Metro yang terinterkoneksi dengan angkutan umum lain berbasis aplikasi daring. Armada yang beroperasi juga dinilai berkualitas karena nyaman, bersih, memiliki estimasi waktu dan fasilitas lain. Menimbang realita yang ada, politisi PDIP asal Denpasar itu mengajak masyarakat memanfaatkan layanan yang disediakan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Ardhana ada pertimbangan lain mengapa masyarakat mesti membudayakan memakai transportasi umum, yakni memberi ruang kepada dunia pariwisata. Kata dia, selama ini kemacetan sering menjadi menu utama keluhan wisatawan yang datang ke Bali, khususnya Denpasar dan Badung. Kemacetan disumbang berjubelnya masyarakat yang memakai kendaraan pribadi, lantaran ogah memanfaatkan transportasi umum.

“Sudah tahu kita bergeliat karena pariwisata, suka tidak suka kita harus berkorban untuk itu. Salah satunya dengan mulai beralih ke transportasi umum, apalagi fasilitasnya sudah ada. Beda ceritanya kalau belum tersedia atau yang ada asal-asalan,” ungkapnya via telepon, usai kunjungan kerja di Kementerian Perhubungan di Jakarta.

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Sembuh Melonjak 35 Orang, Positif 17, Meninggal Bertambah 1

Lebih jauh disampaikan, dia bersama anggota Komisi III membahas perencanaan dan dukungan Kemenhub dalam bidang transportasi untuk Pemprov Bali. Rombongan legislator itu diterima Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan Kemenhub, Wahyu Hapsoro. Dia mendaku Bali mendapat jaminan pengembangan modernisasi transportasi publik seperti Trans Metro Dewata akan dioperasionalkan, dengan memakai aplikasi yang terintegrasi dengan moda-moda transportasi lainnya.

“Juga dengan jalur interkoneksi lain, misalnya jalur KSPN. Kualitas pelayanan menjadi jaminan juga dengan pengawasan yang terverifikasi dengan aplikasi, kebersihan, kecepatan, ketepatan, dan seterusnya,” urainya.

“Ini tentu menjadi tanggung jawab pemda juga untuk dapat memotivasi penggunaan moda transportasi publik, misalnya fasilitas bus stop dan halte. Bisa saja dengan kerjasama swasta atau BUMN,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.