BANGLI – Dahan beringin berusia ratusan tahun di Pura Jagat Karana, Desa Adat Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut patah akibat hujan dan angin kencang, Rabu (1/12/2021) malam lalu. Insiden tersebut menyebabkan Bale Paselang rusak berat ditimpa dahan pohon tersebut.
Bendesa Adat Serokadan, I Dewa Gede Oka; didampingi Camat Susut, I Nyoman Sedana; Kamis (2/12/2021) menjelaskan, upaya penanganan baru oleh BPBD Bangli baru dapat dijalankan esok harinya, karena harus ada proses upacara guru piduka oleh pihak pengempon pura. Kerugian diestimasi sekira Rp80 juta.
BPBD Bangli juga membawa mobil tangga hidrolik milik DLH Bangli untuk membersihkan dahan yang patah, karena ada bagian dahan masih tersangkut di atap bangunan sekitar. Untuk perbaikan, kata Bendesa, akan dianggarkan pada tahun 2022 melalui Dana Desa Adat.
Untuk menebang pohon agar tidak terjadi insiden serupa, dia mengaku tidak berani. Sebab, adanya Pura Jagat Karana ini berawal dari munculnya bunga beringin yang kelopaknya menyerupai bunga cempaka di empat sudut dahan.
Warnanya juga berbeda-beda yakni merah, hitam, putih, kuning dan abu-abu. “Kini masih disimpan sebagai pratima di pura ini,” ungkapnya. gia
























