JEMBRANA – Penularan Covid-19 belakangan ini semakin mengganas, hingga merenggut dua nyawa warga Jembrana yang sedang dirawat di ruang isolasi RSU Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Kedua pasien yang meninggal itu yakni seorang perempuan asal Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo dan seorang laki-laki asal Desa Baluk, Kecamatan Negara.
Pasien pertama yang meninggal adalah perempuan berusia 60 tahun. Warga Desa Yehembang itu masuk IGD RSU Negara pada Selasa (26/1/2021) pukul 07.00 Wita dengan gejala Covid-19 berat dan pneumonia. Setelah dilakukan rapid antigen, hasilnya positif.
Kemudian dilanjutkan dengan tes swab yang hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Selama menjalani perawatan di ruang isolasi, kondisinya tidak kunjung membaik. Bahkan pada Minggu (31/1/2021), kondisinya menurun dan mengalami gagal napas. Pukul 16.15 Wita pasien dinyatakan meninggal dunia.
Pasien Covid -19 kedua yang dilaporkan meninggal masuk IGD RSU Negara pada Senin (25/1/2021) pukul 07.57. Laki-laki berusia 57 tahun ini datang ke IGD dengan gejala Covid-19 berat dan pneumonia. Pasien dinyatakan positif terpapar Covid-19 setelah menjalani tes swab yang hasilnya positif. Setelah seminggu menjalani perawatan di ruang isolasi, kondisi pasien pada Senin (1/2/2021) menurun dan pukul 08.15 Wita dinyatakan meninggal.
Plt. Direktur RSU Negara, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, melalui Humas RSU Ni Ketut Marini saat dikonfirmasi, Senin (1/2/2021) membenarkan adanya dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia tersebut.
Karena positif Covid-19, maka penanganan jenazahnya dilakukan dengan protokol Covid. “Kedua jenazah masih dititip di kamar jenazah. Yang dari Yehembang akan dikremasi pada Kamis (4/2) di Bangli dan yang dari Baluk masih menunggu informasi dari keluarga,” terangnya. man
























