Cabor Senam Artistik Porsenijar Kota Denpasar 2026 Diikuti Puluhan Atlet

PENAMPILAN salah satu atlet cabang olahraga (cabor) senam artistik dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) Kota Denpasar 2026 di GOR Yowana Mandala, Tembawu. Foto: tra
PENAMPILAN salah satu atlet cabang olahraga (cabor) senam artistik dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) Kota Denpasar 2026 di GOR Yowana Mandala, Tembawu. Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Cabang olahraga (cabor) senam artistik dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) Kota Denpasar 2026 resmi digelar 27-29 April 2026 di GOR Yowana Mandala, Tembawu. Kompetisi ini diikuti puluhan atlet senam dari berbagai sekolah di Kota Denpasar.

Koordinasi Cabor Senam Artistik, I Nyoman Sudiartha, menjelaskan bahwa keseluruhan atlet yang mengikuti kompetisi senam artistik sebanyak 68 atlet. Terdiri dari nomor wajib putra sebanyak 9 atlet, wajib putri (17), bebas putra SD (8), bebas putri SD (13), bebas putra SMP (9), bebas putri SMP (8), serta bebas putra SMA (2) dan bebas putri SMA (2).

Read More

Ia mengatakan, olahraga senam artistik 

yang dikenal dengan gimnastik masih di gandrungi anak-anak tingkat SD. Dan, jumlah atlet senam artistik di tingkat SMP masih stabil.

Sementara jumlah atlet senam artistik di tingkat SMA/SMK yang mengalami penurunan drastis. Kondisi ini menjadi tantangan bagi organisasi agar keberadaan cabor senam artistik ke depannya tetap ajeg.

Menurut Sudiartha, olah gerak gimnastik tak hanya menciptakan kekuatan, kelincahan, kelenturan, dan kecepatan. Gimnastik juga menuntut anak untuk mampu menyelesaikan tantangan yang berdampak pada tumbuhnya rasa percaya diri, dan menghilangkan rasa takut.

“Untuk itu, kami coba mengemas dan memperkenalkan olahraga gimnastik jadi lebih menyenangkan. Tak hanya itu, anak-anak juga dilatih untuk lebih disiplin, atraktif, dan percaya diri saat tampil maupun bersosialisasi,” tambah Sudiartha yang juga pengurus Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Kota Denpasar ini.

Meskipun terdapat pesimisme, ajang seperti Porsenijar dan Wali Kota Cup tetap menjadi ajang untuk mencetak bibit-bibit pesenam baru, sehingga potensi lokal tetap ada jika diiringi komitmen pembinaan yang lebih kuat. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.