POSMERDEKA.COM, BANGLI – Inovasi daerah di Bangli diminta semakin berkembang dan membudaya. Inovasi daerah juga harus diselenggarakan berdasarkan prinsip peningkatan efisiensi. Demikian pesan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, saat membuka bimbingan teknis (bimtek) inovasi daerah Kabupaten Bangli di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Rabu (7/6/2023).
Prinsip peningkatan efisiensi yang dimaksud, sebutnya, inovasi daerah yang dilakukan harus seminimal mungkin menggunakan sumber daya. Inovasi daerah mesti sebagai perbaikan efektivitas, dan perbaikan kualitas pelayanan yakni pelayanan lebih murah, lebih mudah, lebih cerdas (smart), lebih baik, dan lebih cepat. “Lewat bimtek ini bisa terus mengembangkan dan membudayakan inovasi daerah di Bangli,” serunya.
Plt. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bangli, I Nengah Wikrama, dalam laporannya menyampaikan, bimtek untuk memotivasi, meningkatkan pengetahuan, pemahaman, menemukan ide dan gagasan perangkat daerah, BUMD, desa, puskesmas, sekolah untuk meningkatkan inovasi dalam melaksanakan kewenangan lainnya.
Selain itu, merintis dan membangun ekosistem serta komunitas inovasi daerah yang progresif dan masif. Dengan demikian tercipta budaya inovasi dalam pembangunan daerah menuju kemajuan daerah.
Dia menguraikan, bimtek juga bertujuan meningkatkan mindset inovasi guna terciptanya inovasi daerah dan terbangunnya budaya inovasi daerah. Semua untuk mendorong kinerja dan daya saing daerah, pula meningkatkan indeks inovasi daerah. “Bimtek diikuti 55 peserta,” jelasnya.
Peserta terdiri dari unsur Staf Ahli Bupati, para Asisten, pimpinan OPD di Pemkab Bangli, BUMD, para camat, ketua Forkom Perbekel, Ketua MKKS SMP dan Ketua K3S dengan narasumber Kepala Brida Provinsi Bali, Tim Percepatan Pembangunan Bangli, dan dari Brida Bangli. gia























