Budisatrio Djiwandono Janji Subsidi Pengprov Perbasi Rp100 Juta Per Tahun dan Gulirkan Liga Basket Putri

KETUA Umum Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) periode 2024-2028, Budisatrio Djiwandono, saat memberikan keterangan pers seusai terpilih secara aklamasi pada musyawarah nasional PP Perbasi di Jakarta, Selasa (29/10/2024). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Budisatrio Djiwandono terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) periode 2024-2028 setelah menjadi calon tunggal dalam Musyawarah Nasional (Munas) PP Perbasi di Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Budi Djiwandono bukanlah orang baru di dunia basket Indonesia. Pria berusia 43 tahun tersebut merupakan Bendahara PP Perbasi 2015-2016 dan Sekretaris Jenderal PP Perbasi 2016-2019.

Bacaan Lainnya

Budisatrio Djiwandono berjanji merealisasikan dana subsidi ke pengurus provinsi (Pengprov) Perbasi mulai tahun depan. Budi akan memberikan subsidi sebesar 400 juta dengan rincian 100 juta per tahun untuk pengurus provinsi.

“Moga-moga mulai tahun depan kita mulai bisa realisasikan. Tentu dengan PP Perbasi selama ini juga punya sumber-sumber penghasilan apakah itu dari sponsor, apakah itu dari liga juga, ini yang nanti ke depan akan kita genjot supaya bisa merealisasikan program ini,” ujarnya.

Budi Djiwandono mengungkapkan bahwa penyaluran dana insentif ini juga akan diukur berdasarkan key performance indicator (KPI) atau nilai terukur dari indikator kerja. Nantinya setiap pengprov tidak serta merta langsung menerima bantuan namun terdapat sejumlah kriteria yang ditentukan.

“Jadi nanti saya akan rancang supaya penyaluran bentuk dukungan program ini ada KPI-nya juga. Artinya para pengprov juga harus memiliki kriteria memiliki parameter tertentu agar dukungan atau insentif ini dukungan program ini bisa berjalan dengan baik,” kata Budi Djiwandono.

Budi menegaskan bahwa ke depannya PP Perbasi mendorong program kerja yang transparan terutama dari sisi pengelolaan keuangan supaya nantinya implementasi sistem pengawasan keuangan dapat berjalan dengan baik.

Dalam program kerjanya nanti, Budi akan selalu membuka pintu kolaborasi antara pengprov sehingga setiap dukungan finansial yang diberikan dapat tepat sasaran untuk pengembangan bola basket di setiap daerah.

“Intinya tadi di awal saya sudah mencanangkan kolaborasi kerjasama yang baik antara pengprov dan PP Perbasi sehingga dukungan finansial itu kita harapkan bisa tepat sasaran dan bisa berguna semaksimum untuk mengembangkan olahraga bola basket,” ujarnya.

Mengenai pengprov yang kurang aktif dalam merealisasikan program, Budi menjelaskan bahwa tak serta merta membekukan pengprov tersebut namun ia yakin bahwa setiap pengprov yang ada saat ini memiliki semangat yang begitu besar untuk mengembangkan basket Indonesia.

“Enggak serta-merta dibekukan, tapi kan kita ini melihat ke depan. Saya melihat pengprov disini semangatnya begitu besar. Ya saya harap kita ke depan melangkah bersama. Intinya kita memberikan kesempatan juga kepada pengprov,” kata Budi, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Liga Basket Putri
Selain itu, Budi berjanji akan menggulirkan kembali Liga Basket Putri. Hal ini didasari karena besarnya animo basket di Indonesia sehingga tim putri sudah seharusnya mempunyai liga basket seperti Indonesian Basket League.

“Kita melihat bahwa IBL ini sudah berjalan dengan baik. Kita ingin supaya liga untuk perempuan itu secara profesional itu juga ada. Kita melihat animo bola basket se-Indonesia ini begitu besar dan banyak sekali sebenarnya atlet-atlet putri kita yang berprestasi,” ungkapnya.

Meski timnas putri Indonesia mempunyai prestasi yang cukup mentereng, namun liga basket putri profesional terakhir kali digelar pada tahun 2020. Tercatat Srikandi Cup 2020 menjadi kompetisi profesional basket putri terakhir yang digelar di tanah air. Kompetisi tersebut pun tak selesai dilangsungkan usai dihentikan karena pandemi Covid-19.

Kompetisi basket profesional putri di Indonesia untuk pertama kali digelar pada tahun 2001 yakni Kobanita yang bertahan hingga tahun 2008. Selain itu terdapat WNBL yang berlangsung pada 2011-2015 sebelum berganti nama menjadi WIBL pada musim 2016.

Wacana untuk menggelar Liga Basket Putri memang telah bergulir semenjak tahun lalu, namun hingga kepengurusan yang baru ini masih belum ada realisasi yang membentuk Liga Basket Putri.

“Untuk itu kita harus membuat wadah supaya atlet-atlet putri khususnya bisa berkompetisi secara profesional. Tadi saya mengangkat tema visi pengembangan industri, ini juga diharapkan Liga Putri juga bisa terbentuk,” pungkas Budi. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses