GIANYAR – Mensyukuri lancarnya perjalanan usaha perbankan mereka sampai menginjak usia 19 tahun, BPR Bali Dewata mengadakan bakti sosial donor darah, Sabtu (28/5/2022). Kegiatan menggandeng PMI Bali yang dilangsungkan di Banjar Telabah, Batubulan, Gianyar tersebut berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah.
Di sela-sela kegiatan, Ir. I Nengah Senantara selaku pemilik BPR Bali Dewata, mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup. Dia berujar, menumbangkan darah sejatinya bentuk lain yadnya (pengorbanan suci) untuk sesama manusia. Selain itu, donor darah secara tidak langsung sebagai jalan menabung karma baik. Apalagi tidak ada yang tahu kapan kita butuh darah saat mengalami musibah.
“Tidak hanya menabung uang di bank misalnya, kita sebagai manusia juga perlu menabung karma baik. Percayalah, karma baik kita yang akan menolong kita ketika ada kesulitan,” sebut pria berpenampilan kalem ini.
Lebih jauh diutarakan, kebutuhan darah masyarakat tidak akan mampu dipenuhi PMI ketika tidak ada kesadaran dan dorongan moral dari masyarakat. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup. Dengan demikian, masyarakat akan akan merasa ada yang kurang jika belum donor darah.
“Secara kesehatan kan jelas banyak manfaat donor darah, tapi masih banyak dari kita yang tidak pernah donor darah. Karena itu, ayo jadikan donor darah sebagai gaya hidup,” ajaknya. “Terima kasih kepada para karyawan Bank Dewata, warga Telabah dan masyarakat umum yang membantu menyukseskan bakti sosial kami,” sambungnya dalam kegiatan yang dihadiri Perbekel Batubulan, I Dewa Gede Sumerta.
Aksi sosial, imbuhnya, akan berlanjut dengan ke sejumlah panti asuhan sampai puncak acara HUT BPR Bali Dewata pada 25 Juni mendatang. Syukuran untuk puncak kegiatan diadakan salah satu usaha miliknya, Batik Bidadari, Denpasar.
Koordinator Donor Darah PMI Bali, Ni Made Aprini Megawati, berterima kasih atas aksi sosial yang diinisiasi BPR Bali Dewata tersebut. Dia pun berharap kepedulian semacam ini dapat berkelanjutan di masyarakat, karena kebutuhan darah cukup tinggi di Bali.
Dari data PMI, terkumpul 56 kantong darah dengan golongan darah A sebanyak delapan kantong, B (18), AB (1), O (29).hen























