BPBD Bangli Petakan Titik Rawan Longsor

  • Whatsapp
AKIBAT hujan deras menyebabkan tembok penyengker serta tembok rumah Jro Mangku Sutri di Banjar Dinas Tinga, Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, longsor sekitar 15 meter. Foto: ist
AKIBAT hujan deras menyebabkan tembok penyengker serta tembok rumah Jro Mangku Sutri di Banjar Dinas Tinga, Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, longsor sekitar 15 meter. Foto: ist

BANGLI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli melakukan pemantauan di setiap titik yang dinilai rawan longsor. Langkah itu sebagai antisipasi menimbang potensi terjadinya bencana dalam musim hujan ini. Demikian diungkapkan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, Ketut Agus Sutapa, Kamis (11/11/2021).

Sutapa mengungkapkan, hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli beberapa hari belakangan ini memang memicu terjadinya longsor. Sementara ini akibat hujan deras yang sering mengguyur, untuk wilayah Bangli masih cukup aman. Namun, di Banjar Dinas Tinga, Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, akibat hujan deras menyebabkan tembok penyengker serta tembok rumah Jro Mangku Sutri longsor sekitar 15 meter. “Estimasi kerugian 75 juta,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, kawasan zona merah rawan longsor yang patut diwaspadai di Kecamatan Bangli ada di jalur Selati menuju Tanggahan Talangjiwa, Banjar Penglipuran menuju Dusun Buungan, Desa Tiga sepanjang jalur Bangli menuju Desa Bangbang, dan jalur Tegalalang menuju Tambahan. Di Kecamatan Susut mulai masuk jalur wilayah Desa Susut, pertigaan Demulih, Jalur Manuk menuju Susut, dan Lumbuan menuju Desa Pengiangan. Kemudian untuk Kecamatan Kintamani, zona rawan ada di jalur Bayung Gede menuju Belancan, jalur Bantang menuju Singaraja, jalur ke Pinggan dan sekitarnya. Wilayah itu rawan lantaran banyak terdapat tebing yang terbentang di sepanjang jalan.

Baca juga :  Bawaslu Bali Masuk Kategori Lembaga Publik Informatif

“Daerah itu biasanya sering terjadi longsor. Setiap hujan mengguyur daerah Bangli, pasti salah satu kawasan zona merah di sana terjadi longsor, mengingat struktur tanah labil. Karena itu, bagi pengguna jalan lewat sana supaya tetap waspada ketika melintas,” pesannya.

Lebih jauh diutarakan, mencegah terjadinya korban jiwa akibat bencana alam, dia minta kepada warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan pohon tumbang supaya senantiasa waspada. Jika terjadi hujan deras dalam periode lama, warga yang rumah atau pondoknya ada dekat tebing agar sementara mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat yang lokasinya lebih aman.

“Mengingat bencana datang sulit diprediksi, kami sarankan kepada masyarakat kalau ada kejadian tanah longsor maupun pohon tumbang akibat curah hujan ini, supaya bisa langsung melapor ke BPBD. Jadi, kami kita bisa segera lakukan penanganan,” ajaknya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.