POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, Kombes Pol. Leo Dedy, hadir sebagai inspektur upacara dalam pelaksanaan upacara bendera di SMPN 17 Denpasar, Senin (2/3/2026). Leo Dedy mengimbau agar para siswa tidak menggunakan rokok elektrik atau vape karena maraknya liquid yang mengandung narkotika.
‘’BNN RI telah melakukan uji laboratorium terhadap 340 sampel liquid atau cairan yang digunakan untuk vape atau rokok elektrik. Hasilnya, ada sebanyak 12 sampel yang mengandung new psychoactive substances (NPS) atau zat psikoaktif baru,’’ ujarnya.
‘’Ini merupakan fakta tak terbantahkan bahwa vape telah menjadi sarana efektif atau media baru untuk mengkonsumsi narkoba dan zat psikoaktif baru atau NPS,’’ imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa narasi vape sebagai alat berhenti merokok merupakan ilusi yang tidak teruji secara ilmiah. Dalam peredarannya, vape menjadi pintu masuk baru. ‘’Saya tegaskan disini bahwa narasi vape sebagai alat bantu berhenti merokok adalah ilusi yang belum terbukti efektif secara ilmiah. Alih-alih sebaliknya, produk ini justru mendapat pintu masuk baru,’’ ungkapnya.
Leo Dedy juga menjelaskan vape tidak dapat langsung diketahui isi kandungannya saat digunakan, termasuk harum asap yang dikeluarkan alat tersebut. ‘’Mereka bisa gunakan di mana saja, apalagi wangi kan. Jadi, tidak tahu orang, ternyata isi narkotika,’’ katanya.
Menurut Leo Dedy, rokok elektrik menjadi sarana tepat untuk bersembunyi dan bertransformasi dari alat konvensional seperti penggunaan zat adiktif sabu pada bong. ‘’Ini maksudnya kan kimia-kimiawi, liquid-liquid. Jadi, vape inilah alat yang paling tepat buat para pengguna, maksudnya. Untuk bersembunyi di balik alat-alat yang tadi konvensional seperti bong tadi,’’ ucapnya.
Isi kandungan vape, tutur Leo Dedy, banyak ditemukan zat adiktif berupa sabu cair, etomidate, dan jenis narkoba baru lainnya. “Ini yang jadi masalah. Jadi, kesannya orang lagi pakai vape, kesannya lagi merokok, merokok elektrik, tetapi isinya ternyata sabu cair. Isinya etomidate, isinya kimiawi-kimiawi jenis narkotika,’’ jelasnya.
Leo Dedy menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga diri dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah Kota Denpasar. Ia menegaskan bahwa lingkungan sekolah merupakan benteng utama dalam membentuk karakter, disiplin, serta perilaku hidup sehat dan bersih dari narkoba.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk berani mengatakan tidak pada narkoba serta memanfaatkan masa muda untuk hal-hal positif yang dapat membanggakan diri sendiri, keluarga, dan bangsa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BNN Kota Denpasar dalam memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui pendekatan edukatif di lingkungan pendidikan.
‘’Dengan kegiatan ini kami harapkan terwujudnya generasi pelajar yang berkarakter, berprestasi, dan berkomitmen mewujudkan Denpasar Bersinar (Bersih Narkoba),’’ pungkasnya. tra























