Besarkan PPS Kertha Wisesa, Rocky N Lestarikan Ilmu Kebatinan Khas Nusantara

DEWAN Pimpinan Kerohanian Pusat Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa, I Ketut Rochineng, melantik Pengurus Pendekar Kerohanian Ranting Ketewel Cabang Gianyar. Foto: ist
DEWAN Pimpinan Kerohanian Pusat Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa, I Ketut Rochineng, melantik Pengurus Pendekar Kerohanian Ranting Ketewel Cabang Gianyar. Foto: ist

GIANYAR – Dr. I Ketut Rochineng, SH., MH., terbilang sosok spesial. Sukses mengantarkan Tim Karate Bali meraih capaian tertinggi di PON Papua XX/2021 dengan 2 medali emas dan 1 perunggu, Ketua Umum FORKI Bali itu juga gencar melestarikan ilmu kebatinan khas Nusantara. Mengemban amanat sebagai Dewan Pimpinan Kerohanian Pusat Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa, Rocky N- sapaan akrab Rochineng- melantik Pengurus Pendekar Kerohanian Ranting Ketewel Cabang Gianyar, Kamis (20/1/2022). Dia juga jadi saksi pengukuhan 17 pendekar kerohanian di Sekretariat PPS Kertha Wisesa Ranting Ketewel-Guwang, Banjar Puseh, Ketewel, Sukawati.

Pengurus yang dilantik terdiri atas I Made Senta, I Wayan Sore, I Made Rena, I Wayan Wina, Jro Mangku Trima selaku Penasihat; I Wayan Warna (Ketua), I Wayan Wiratma (Wakil Ketua), I Made Budiana dan I Wayan Sana (Sekretaris), I Made Sadut dan I Wayan Narsa (Bendahara), serta I Ketut Nala, I Made Artha, I Ketut Budul, I Wayan Wimpi, dan lain-lain sebagai anggota. Pendekar kerohanian yang dikukuhkan Dewan Guru Pusat PPS Kertha Wisesa, I Made Arka; terdiri atas I Wayan Rupag, I Made Sangra, I Made Siber, I Made Lambon, I Komang Kantra, I Wayan Warna, I Wayan Lanus, I Wayan Dena, I Made Cekol Ardiana, I Ketut Budul, I Ketut Darma, I Komang Sudita, I Ketut Nala, I Wayan Wiratma, I Wayan Suanda, I Wayan Wimpi, dan I Made Arta. Dewan Guru Pusat juga mengukuhkan 18 pendekar kerohanian cabang Gianyar pada 31 Mei 2019.

Read More

Rocky menyebut kerohanian secara umum bisa dibedakan jadi dua, yakni kerohanian seri kepanditaan dan kerohanian seri kebatinan. Kepanditaan dilakoni para brahmana atau orang-orang suci yang wajib memimpin upacara agama (muput karya) dan pembinaan umat, sedangkan seri kebatinan meliputi ajaran kanuragan, usadha (pengobatan), dan ajaran jalur tingkat kesempurnaan menuju Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) melalui konsep Jnana Marga.

“Dalam PPS Kertha Wisesa, kami menjalankan dan membina ajaran kerohanian seri kebatinan untuk pengurus, kader maupun masyarakat umum agar dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Jadi, warisan budaya itu tidak punah,” urai anggota Fraksi PDIP DPRD Bali itu.

Kader kerohanian yang dikukuhkan di Desa Ketewel dan Guwang Gianyar, sebutnya, sebanyak 25 orang. Dalam waktu dekat akan berlanjut ke Desa Lodtunduh dan desa lain di Gianyar, kemudian merambah ke Kabupaten Badung, Tabanan, dan Kota Denpasar. Dia selaku Ketua Dewan Kerohanian Pusat mengagendakan kunjungan ke provinsi yang memiliki kader PPS Kertha Wisesa, di antaranya Lampung, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.

Berkaca pada sejarah perjuangan bangsa, dia menyebut kerohanian seri kebatinan menyelamatkan banyak nyawa pada zaman penjajahan. Karena itu, sambungnya, warisan leluhur ini tak boleh punah. PPS Kertha Wisesa meramu keseimbangan para kader lewat silat secara fisik dan rohani. Khusus kerohanian seri kebatinan, ungkapnya, syarat utama adalah kematangan mental. Makanya yang hendak belajar minimal berusia 17 tahun.

Menariknya, PPS Kertha Wisesa membuka diri tak hanya bagi umat beragama Hindu, melainkan lintas agama. Syaratnya, mereka berkomitmen melestarikan ilmu kebatinan warisan leluhur sekaligus membesarkan dan memajukan PPS Kertha Wisesa. “Banyak anggota kami dari luar Bali, artinya Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa sudah tingkat nasional,” pungkasnya. nan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.