Berkas Lengkap, Dua Pencuri Biji Kopi Diserahkan ke Kejaksaan

  • Whatsapp
POLSEK Pupuan saat menyerahkan tersangka pencurian biji kopi dan barang bukti ke Kejari Tabanan, Rabu (6/1/2021). foto: ist

TABANAN – Berkas penanganan kasus pencurian biji kopi kering di BUMDes Pajahan sudah dinyatakan lengkap. Selanjutnya Polsek Pupuan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan, Rabu (6/1/2021). Tahap tersebut dipimpin Kanitreskrim Aipda I Made Putra Jaya, bersama anggotanya.

Kapolsek Pupuan, AKP I Ketut Agus Wicaksana Julyawan, mengatakan, proses pemberkasan kasus tersebut dilakukan sekitar satu setengah bulan, sejak kasus itu terungkap. “Pemberkasan telah dinyatakan lengkap oleh Kejari Tabanan, dan pada hari ini (kemarin, red) adalah tahap penyerahan tersangka beserta barang bukti ke Kejari Tabanan,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaan penyerahan barang bukti itu dilaksanakan tahap kedua perkara atas nama tersangka I Komang Edi Fratama alias Koko, dan I Gede Vedi Artayana alias Vedi. Hal itu terkait dengan Laporan Polisi Nomor Lp/07/XI/2020/Bali/Res Tbn/Sek Ppn, tertanggal 13 November 2020.

Kedua tersangka diduga dalam perkara pidana pencurian dengan pemberatan, melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4e dan ke-5e KUHP. Sebelumnya, kedua tersangka telah mengakui perbuatannya, dan menjual barang curian tersebut kepada pengepul kopi di Singaraja. Barang bukti yang berhasil disita hanya dua karung biji kopi kering dan satu unit mobil Avanza.

Baca juga :  Shantisena Ashram Gandhi Puri Ikuti Pelatihan “Public Speaking”

Kasus itu berawal dari laporan salah satu karyawan BUMDes DesaPajahan, Gede Eka Saputra, pada 9 September 2020 lalu, menemukan biji kopi berserakan, dan melihat gembok pintu gudang BUMDes rusak. Begitu juga di lantai dalam gudang, biji kopi kering berserakan.

Setelah diperiksa, ternyata enam kuintal biji kopi kering yang disimpan di gudang tersebut hilang. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pupuan, hingga akhirnya kasus itu terungkap dan kedua tersangka ditangkap. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.