Berhimpun untuk Perkuat Demokrasi di Bali, Mantan Komisioner KPU Rencana Buat Yayasan

  • Whatsapp
KETUA KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Foto: hen
KETUA KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Foto: hen

DENPASAR – Para mantan komisioner KPU di Bali mengikuti Reuni Akbar di KPU Bali, Jumat (7/1/2022) pagi setelah acara donor darah. Agenda besar mereka selanjutnya yakni menghimpun diri dengan cara membentuk yayasan. Selain memperkuat demokrasi di Bali, yayasan itu sebagai wahana mengekspresikan kompetensi di bidang kepemiluan

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, usai kegiatan mengatakan, selain untuk temu kangen, Reuni Akbar tersebut juga sebagai kesempatan untuk mendapat masukan dan saran dari para mantan komisioner. Ada yang bertugas di KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota di seluruh Bali, yang dipandang sebagai pejuang demokrasi sejak dulu. “Kami ingin dukungan teman-teman dan senior kami ini dalam bentuk lembaga, jadi yayasan. Mereka yang nanti akan akan memberi semacam pelatihan demokrasi,” terang Lidartawan sebagai inisiator Reuni Akbar tersebut.

Bacaan Lainnya

Dengan adanya yayasan itu nanti, dia berujar para anggota DPRD Provinsi dan kabupaten/kota tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk bimbingan teknis (bimtek) terkait demokrasi. Tenaga para mantan komisioner itu, yang kompetensinya sudah teruji, dapat dimanfaatkan di Bali. “Teman-teman DPRD nggak usah jauh-jauh kalau mau bimtek soal demokrasi misalnya. KPU punya jaringan luas untuk menghadirkan narasumber, termasuk teman-teman mantan komisioner itu,” tegasnya.

Baca juga :  Akses ke Pantai Padanggalak Ditutup Sementara, Khusus Aktivitas Melayangan

Pertimbangan membuat yayasan untuk menghimpun para purnakomisioner KPU itu, dia menyebut karena banyaknya restriksi hal yang dapat dilakukan selama menjabat sebagai komisioner. Hal itu terutama terkait dengan kegiatan lain di luar lingkup tugas kepemiluan. Misalnya seorang anggota KPU tidak boleh menjabat sebagai ketua organisasi lain, bahkan menjadi seorang kelihan adat saja tidak diizinkan. Persoalannya, setelah tidak lagi menjadi anggota KPU pada lima atau 10 tahun setelah bertugas, mereka akan dibawa ke mana?

“Kami ini kan dikungkung selama menjadi komisioner, tidak boleh jadi apa-apa, aturannya jelas. Makanya kami buat wadahnya dalam bentuk yayasan. Segera akan dibuat AD/ART-nya dan semoga tahun depan sudah berdiri,” urai mantan dosen Fakultas Pertanian Unud tersebut.

Disinggung kegiatan apa yang diandaikan dilakukan anggota yayasan itu nanti, Lidartawan berujar misalnya melakukan survei politik. Bisa juga hal teknis lain menyangkut kepemiluan dan demokrasi, karena para purnatugas itu diyakini memiliki kompetensi. Apalagi banyak juga yang punya komunitas demokrasi berisi anak-anak muda, yang bisa didorong untuk menjadi penyelenggara pemilu semacam KPPS di wilayah masing-masing.

“Gagasan besarnya ya memang untuk memberdayakan mantan komisioner ini, yang dipangkas hubungannya dengan dunia luar saat menjabat. Kalau diminta jadi narasumber tentang kursus singkat kepemiluan misalnya, atau membahas aturan terkait DPR, saya yakin mereka mampu. Nantilah kita lihat setelah yayasan terbentuk,” pungkasnya.

Baca juga :  Propam Polres Tabanan Cek ke Tempat Hiburan Malam

Terkait kegiatan donor darah yang dilangsungkan, anggota KPU Bali, I Gede John Darmawan, menyebut total ada 79 kantong darah berhasil dihimpun dari para pendonor. Sesungguhnya yang mendaftar sampai 100 orang, tapi karena keterbatasan waktu dan sebab lain, tidak semua bisa diambil darahnya. “Yang mendaftar banyak kembali karena donor tidak boleh lebih dari tiga jam, darahnya harus segera diproses di PMI,” katanya singkat. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.