Berburu Kijang di TNBB, Kasiyanto Diciduk Polhut

  • Whatsapp
TERSANGKA Kasiyanto (memakai baju tahanan) saat diperlihatkan di Mapolres Buleleng karena kasus pemburuan hewan kijang di TNBB. Foto: rik

BULELENG – Kasiyanto (33) warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Kasiyanto ditangkap oleh Polisi Kehutanan karena telah melakukan aksi berburu hewan kijang di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Rabu (29/9/2021).

Dari informasi diterima, Kasiyanto dibekuk Polisi Hutan (Polhut) sekitar pukul 18.15 Wita. Saat ditangkap, Kasiyanto kedapatan membawa karung berisi daging serta kepala kijang. Selanjutnya dia dibawa ke Polres Buleleng.

Bacaan Lainnya

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto, mengatakan, Kasiyanto berburu kjang di Hutan Prapat Agung kawasan TNBB di Desa Sumberklampok, memakai senapan angin warna loreng yang dilengkapi dengan alat peredam.

Hewan buruan kijang yang didapatkan langsung disembelih di TKP. Daging hewan kijang tersebut, sebut AKBP Andrian, akan dijual oleh tersangka. Namun sayang, aksi tersangka yang ketiga kali ini keburu diketahui oleh Polhut.

Awalnya, petugas Polhut yang sedang melakukan patroli curiga dengan keberadaan motor milik tersangka di tengah hutan kawasan TNBB di Desa Sumberklampok. Petugas Polhut TNBB berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Buleleng.

Anggota polisi pun datang ke lokasi dan menyanggongi TKP. Polisi akhirnya meringkus Kasiyanto yang saat itu sedang membawa senapan angin, hasil buruan berupa daging, kepala, serta tulang seekor kijang.

Baca juga :  Rencana Peminjaman PEN, Pemkab Buleleng Masih Lakukan Finalisasi

“Rencananya daging hewan kijang itu akan dijual ke warga. Awalnya kami dapat informasi dari petugas Polhut, kemudian anggota datang dan berhasil mengamankan satu orang tersangka beserta barang bukti daging hewan kijang serta kepala kijang,” kata AKBP Andrian, Senin (4/10/2021).

Kepala Balai TNBB, Agus Ngurah Krisna Kepakisan, menegaskan, lokasi menjadi perburuan tersangka berada di wilayah Prapat Agung. Di lokasi itu, diawasi 3 orang petugas Polhut secara sif rutin melakukan patroli. “Hutan itu aksesnya terbuka, jadi kami perkirakan pemburu ini masuk melalui jalur tikus yang tidak terpantau di pintu masuk TNBB,” ujarnya.

Menurut Agus Krisna, kawasan TNBB dihuni ratusan ekor kijang yang merupakan satwa yang dilindungi. “Populasi kijang di TNBB berjumlah sekitar ada 200 ekor lebih. Jumlah ini relatif masih stabil, berkat penjagaan dan ketersediaan pakan yang cukup selama ini,” jelas Agus.

Sementara itu, tersangka Kasyianto mengaku tidak mengetahui jika hewan kijang itu merupakan satwa yang dilindungi. Dia mengaku sudah 3 kali berburu kijang di kawasan TNBB di wilayah Desa Sumberklampok. “Dagingnya saya jual, harga tidak menentu. Kalau tanduk untuk koleksi sendiri. Saya kurang paham kalau kijang itu satwa yang dilindungi,” ujar tersangka.

Akibat perbuatannya, kini tersangka terancam dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) jo pasal 33 ayat (3) UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.