Belasan PMI Asal Badung Mulai Dikarantina di Hotel

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Para Pekerja Migran Indonesia yang bekerja sebagai ABK pesiar asal Kabupaten Badung, memasuki rumah singgah di wilayah Kuta, Rabu (15/4/2020).

MANGUPURA – Sebanyak 16 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Badung, Provinsi Bali yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) pesiar dari luar negeri mulai dikarantina selama 14 hari di sebuah hotel di kawasan Kuta, Badung, yang digunakan sebagai rumah singgah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Selama menjalankan masa isolasi ini, pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Badung itu akan didampingi tenaga medis yang secara disiplin akan memantau kondisi kesehatan para pekerja tersebut di rumah singgah,” kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Badung yang juga Koordinator Humas Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung, IGN Jaya Saputra, di Mangupura, Ibu Kota Kabupaten Badung, Rabu (15/4/2020).

Baca juga :  Buah Hati Lahir Saat Pandemi Covid-19, Andhika Wijaya Sebut Berkah

Ia mengatakan, sebelum para PMI masuk ke hotel sebagai lokasi karantina, Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Badung melakukan penjemputan para “pahlawan devisa” tersebut dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Renon, Kota Denpasar.

Sebelumnya, PMI asal Badung itu juga telah melewati beberapa prosedur protokol kesehatan yang terdiri atas tiga tahapan di antaranya, registrasi dan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermo gun.

Petugas kesehatan juga melakukan wawancara gejala batuk, sakit tenggorokan dan demam atau riwayat demam serta wawancara riwayat perjalanan para PMI. “Pada tahap ketiga, petugas juga telah melakukan rapid test terhadap para pekerja migran Indonesia itu,” ujar Jaya Saputra, seperti dilansir dari antaranews.

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan, kata dia, sebanyak 16 orang PMI asal Badung tersebut dinyatakan negatif dari Covid-19. Namun untuk menjaga prinsip dasar Tugas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Badung yaitu menyembuhkan masyarakat yang sakit dan tetap menjaga masyarakat yang sehat agar tidak sakit, maka sesuai prosedur protokol pencegahan penyebaran Covid-19, para PMI itu diarahkan menuju hotel yang dijadikan rumah singgah.

Baca juga :  RS Mangusada Sempat Rawat Warga Jepang Terindikasi Corona

“Mereka menjalani masa karantina dalam pengawasan tenaga medis selama 14 hari. Hal ini wajib dilakukan untuk meminimalisasi dan menekan kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Badung,” katanya.

Jaya Saputra menambahkan, penerimaan PMI asal Badung tersebut telah disesuaikan dengan standar prosedur operasi yang ada. Untuk itu, pihaknya meminta kepada para PMI asal Badung yang hasil tesnya negatif untuk menjalankan karantina secara disiplin di rumah singgah.

“Kami juga mengerahkan petugas keamanan dari Satpol-PP guna memberikan rasa aman kepada PMI selama menjalani masa isolasi di rumah singgah,” pungkas Jaya Saputra. yes

banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 SMK BALI DEWATA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.