BB Rampasan Negara, 92,625 Ton Amonium Nitrat Dimusnahkan di Pantai Biaung

  • Whatsapp
PROSES pemusnahan barang bukti rampasan negara berupa Amonium Nitrat di Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, Selasa (3/11/2020). foto: ist

DENPASAR – Sebanyak 92,625 ton amonium nitrat dimusnahkan di Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, Selasa (3/11/2020). Pemusnahan barang bukti (BB) rampasan negara ini dihadiri jajaran Mabes Polri, perwakilan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Bali, Kejaksaan Negeri Denpasar, Bea Cukai, perwakilan OPD Pemkot Denpasar, dan unsur terkait lainnya.

Barang rampasan negara berbentuk amonium nitrat yang dimusnahkan terdiri atas 2.552 karung dengan masing-masing beratnya 25 kg Amonium Nitrat eks muatan KM Hamdan V berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar No. 717/Pid.Sus/2017/PN. Dps tanggal 28 September 2017 atas nama terpidana Jaenuddin.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya pemusnahan terhadap 1.153 karung dengan masing- masing beratnya 25 kg amonium nitrat muatan KM Alam Indah berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Amlapura Nomor : 83/Pid.B/2016/PN.Amp tanggal 13 Pebruari 2017 jo Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem No. Print -98/P.1.14/Fu.1/02/2017 tanggal 23 Pebruari 2017 (P-48) dalam perkara An. Udin Bin Laibu (Alm) dkk Jo Keputusan Jaksa Agung RI Nomor Kep-X-591/C/Kpa.5/10/2020 tanggal 9 Oktober 2020.

Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung RI, Agnes Triani, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan pemusnahan ini merupakan barang bukti sejak tahun 2017 yang baru sekarang dapat dilakukan pemusnahan dikarenakan sejumlah kendala.

Baca juga :  Pengprov PBFI Bali Sosialisasi ke KONI Badung, Porprov Jangan Batasi Atlet Berprestasi

Diharapkan, dengan pemusnahan ini sehingga ke depan tidak muncul lagi kekhawatiran terkait barang bukti ini yang merupakan zat kimia berbahaya apabila disalahgunakan.

“Apalagi bercermin dari kejadian di negara Lebanon beberapa waktu lalu di mana zat yang sama disalahgunakan. Mengantisipasi dampak berbahayanya, maka bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejaksaan Negeri Denpasar, kami memusnahkan barang bukti ini di mana berdasarkan regulasi merupakan rampasan negara namun harus dimusnahkan,” jelasnya. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.