Bawaslu Bangli Ajak Sekaa Teruna Aktif Awasi Pemilu

BAWASLU Bangli bersama Bawaslu Bali menggencarkan sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Wantilan Desa Penglipuran, Senin (14/3/2022). Foto: ist

BANGLI – Terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 mendatang, Bawaslu Bangli bersama Bawaslu Bali kembali menggencarkan sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Wantilan Desa Penglipuran, Senin (14/3/2022). Yang disasar para pemilih pemula dari kelompok sekaa teruna di Kabupaten Bangli.

“Kehadiran Bawaslu di hadapan anak-anak muda ini, untuk memberi pemahaman seberapa pentingnya peran masyarakat dalam proses demokrasi,” ucap Ketua Bawaslu Bangli, I Nengah Purna, saat membuka acara sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Purna menuturkan, anak muda sebagai generasi penerus harus ikut andil dalam proses jalannya Pemilu. Para generasi muda yang memiliki lebih banyak waktu, kata dia, diyakini dapat menyebarkan jiwa pengawasan kepada masyarakat luas.

“Di sini kami ingin memberitahukan bahwa sejatinya Pemilu itu bukan hanya milik penyelenggara Pemilu, melainkan milik seluruh komponen masyarakat. Dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” urai Kordiv Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Bangli tersebut.

Dia berharap para generasi muda bisa ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu, minimal berani menolak hal-hal yang mengandung unsur kecurangan. Terlebih mereka bisa menjadi agen getok tular untuk memberi pemahaman kepemiluan kepada lebih banyak masyarakat lagi, sehingga potensi pelanggaran yang dapat terjadi dapat direduksi.

Baca juga :  KPU Tabanan Akan Hibahkan Pengukur Suhu ke Pemkab

Anggota Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra, menambahkan, kualitas Pemilu yang baik harus didukung partisipasi masyarakat yang baik pula. Hal itu tentu harus tumbuh dari kesadaran masyarakat itu sendiri.

“Partisipasi yang dimaksud bukan hanya sebatas pada saat masyarakat datang ke TPS, melainkan masyarakat harus secara aktif ikut mengawal proses berjalanya pemilu,” ajaknya.

Kehadiran Bawaslu saat ini, imbuhnya, adalah untuk menyadarkan masyarakat bahwa sebenarnya proses demokrasi di Indonesia itu sedang tidak baik-baik saja. Masih ada kecurangan-kecurangan yang dilakukan sejumlah pihak yang mempunyai kepentingan, sehingga dapat mencederai proses Pemilu itu sendiri.

“Oleh karena itu kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu,” tegas Kordiv Pengawasan Bawaslu Bali itu.

Lebih lanjut komisioner asal Karangasem itu memaparkan, partisipasi masyarakat sebenarnya adalah bentuk kesadaran. Ketika masyarakat sadar proses pemilu belum berjalan dengan baik, tentu kesadaran itu yang akan membangkitkan keinginan masyarakat ikut berperan aktif demi menghasilkan Pemilu yang lebih baik.

“Bukan hanya baik secara manajerial, juga baik secara utuh yang dilihat dari proses pemilunya apakah berjalan secara adil tanpa adanya kecurangan,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.