POSMERDEKA.COM, BULELENG – Bawaslu Bali menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dengan mengusung tema “Senam Kemerdekaan” sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (14/8/2025). Kegiatan melibatkan masyarakat umum di Buleleng ini tidak sekadar ajang kebugaran jasmani, juga dimaknai sebagai simbol pentingnya menjaga kesehatan demokrasi.
Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, yang menginisiasi kegiatan itu mengatakan, dia menganalogikan gerakan senam sebagai harmoni antara tubuh, pikiran, dan kebersamaan. Hal itu sebagaimana demokrasi yang membutuhkan keseimbangan antara kebebasan, partisipasi, dan tanggung jawab. Menurutnya, demokrasi yang sehat bukan hasil instan. Demokrasi harus dirawat dengan disiplin, kesadaran kolektif, dan kemauan untuk bergerak bersama.
“Seperti tubuh yang membutuhkan olahraga rutin agar tidak lemah, demokrasi pun memerlukan nutrisi berupa partisipasi publik yang cerdas dan pengawasan yang berintegritas,” pesan Ariyani di hadapan peserta.
Dia menambahkan, perayaan kemerdekaan semestinya tidak hanya diwarnai lomba dan seremoni, juga menjadi momentum refleksi tentang makna kebebasan politik. Indonesia merdeka karena ada perjuangan, dan perjuangan itu kini dilanjutkan dalam bentuk menjaga integritas kontestasi politik. “Sebab, kemerdekaan tanpa demokrasi yang sehat hanyalah tubuh tanpa jiwa,” serunya.
“Seperti senam yang menguatkan otot-otot tubuh, pengawasan partisipatif menguatkan otot-otot demokrasi agar mampu menghadapi tantangan zaman,” sambungnya kepada peserta yang mayoritas perempuan.
Lebih jauh disampaikan, tantangan pemilu semakin kompleks, begitu pula potensi pelanggarannya yang bersumber dari berbagai faktor. “Makanya Bawaslu selalu mewanti-wanti, jangan dulu berpikir harus berani melapor. Berani menolak (politik uang) saja itu sudah sangat membantu menjaga demokrasi,” pesannya mengingatkan. hen
























