Bawaslu Ajak Civitas Akademika Terjun Awasi Pemilu, Jadi Pengawas atau Relawan Demokrasi

  • Whatsapp
KETUT Ariyani menandatangani nota kesepakatan dengan kalangan perguruan tinggi untuk pengawasan partisipatif, Sabtu (30/10/2021). Foto: hen
KETUT Ariyani menandatangani nota kesepakatan dengan kalangan perguruan tinggi untuk pengawasan partisipatif, Sabtu (30/10/2021). Foto: hen

MANGUPURA – Kalangan perguruan tinggi menjadi satu lagi entitas yang diajak satu biduk oleh Bawaslu Bali menggalakkan pengawasan pemilu partisipatif. Tak sekadar membuat kesepakatan kerjasama, Bawaslu berharap civitas akademika benar-benar aksi dalam pengawasan partisipatif, minimal dengan serius menjadi pengawas Pemilu atau relawan demokrasi. Harapan itu dilontarkan Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, saat sosialisasi pengawasan partisipatif dan penandatanganan nota kesepahaman serta perjanjian kerjasama pengembangan program pengawasan partisipatif di Kuta Utara, Badung, Sabtu (30/10/2021).

Perjanjian kerjasama itu dilaksanakan bersama Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) dan Universitas Ngurah Rai (UNR). Selain Ariyani, hadir komisioner Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra, I Wayan Wirka, dan I Ketut Sunadra. Juga Rektor UNR, Ni Putu Tirka Widanti; Direktur Program Pascasarjana UNR, Nyoman Diah Utari Dewi; Wakil Rektor Undiknas, I Made Wirya Darma; dan Kepala Program Studi Hukum dan Ilmu Sosial Undiknas, Ni Putu Bayu Widhi Antari.

Bacaan Lainnya

Menurut Ariyani, perguruan tinggi merupakan mitra tepat mengembangkan pengawasan partisipatif. Sebab, civitas akademika berkewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. “Salah satu implementasi pengabdian kepada masyarakat itu adalah turut sertanya mahasiswa sebagai kepanjangan tangan Bawaslu nanti, dalam tugas pengawasan pada penyelenggaran Pemilu,” serunya.

Baca juga :  Lagi, Vulkanik Dalam Terekam di Gunung Agung

Dia menguraikan, Bawaslu juga mengadakan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), yang sebagian besar pesertanya mahasiswa. Bawaslu Bali juga menerima mahasiswa magang untuk program Kampus Merdeka, pun ada mahasiswa menjadikan Bawaslu untuk lokasi penelitian. Hal itu, urainya, menunjukkan Bawaslu mampu menjadi tempat belajar untuk pengawasan kepemiluan.

Kepada civitas akademika, dia minta berperan untuk pengawasan, misalnya bergabung menjadi pengawas, atau relawan demokrasi, atau peran lain dalam pengawasan. “Perluasan kerjasama ini dengan harapan perguruan tinggi tidak sebatas nota kepsekatan, tapi ikut berperan aktif. Kami akan meekrut pengawas ad hoc dari mahasiswa,” ungkap Ariyani.

Rektor Tirka Widanti mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama ini merupakan bentuk partisipasi akademisi dalam menyukseskan Pemilu maupun Pilkada. Dia menilai kegiatan ini sebagai awal akademisi turut berpartisipasi mengawasi kelangsungan tahapan Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang. “Penandatanganan kali ini merupakan sebuah awal, yang terpenting bagaimana implementasi nanti,” ucapnya.

Senada dengan itu, Wirya Darma juga mengharap ada tindak lanjut dari kegiatan Bawaslu Bali kali ini. Dia menambahkan, kaum milenial yang selalu memiliki inovasi dan berpikir kritis akan menjadi pionir dari kemajuan bangsa ini. “Tentu kami berharap implementasi kegiatan ini ke depan. Sebagai pemuda, generasi milenial merupakan pionir setiap gerakan perubahan,” tegas Wirya di hadapan peserta yang dominan mahasiswa dari Universitas Ngurah Rai dan Undiknas tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.