Rumah Restorative Justice Wayan Adhiyaksa Diresmikan

PERESMIAN Rumah Restorative Justise Wayan Adhiyaksa oleh Kajati Bali, Ade T. Sutiawarman, di Kantor Perbekel Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Kamis (7/4/2022). foto: ist

DENPASAR – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Ade T. Sutiawarman, meresmikan Rumah Restorative Justise Wayan Adhiyaksa di Kantor Perbekel Desa Sumerta Kelod, Kamis (7/4/2022). Program yang digagas Kajari Denpasar ini sebagai tindak lanjut arahan Jaksa Agung RI ini diharapkan menjadi alternatif penyelesaian perkara pidana yang berkeadilan.

Acara peresmian ini dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa; Kajari Denpasar, Yuliana Sagala; Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede; Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi; Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas; Kepala Pengadilan Negeri Denpasar, Nyoman Wiguna; Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana. Hadir pula Ketua FKUB Kota Denpasar, Prof. I Nyoman Budiana; dan Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana.

Bacaan Lainnya

Kajati Bali, Ade T. Sutiawarman, dalam sambutannya mengatakan, Rumah Restorative Justice dibuat sebagai tempat musyawarah masyarakat sebelum masuk ke ranah penegak hukum. Ia menjelaskan, keadilan restoratif telah menjadi salah satu alternatif penyelesaian perkara pidana.

Adapun yang menjadi pembeda dari penyelesaian perkara ini adalah adanya pemulihan keadaan kembali pada keadaan sebelum terjadinya tindak pidana. “Sehingga melalui konsep penyelesaian keadilan restoratif ini, maka kehidupan harmonis di lingkungan masyarakat dapat pulih kembali,” ujarnya.

Baca juga :  Setelah Bagi-bagi Nasi Jinggo, PGRI Denpasar Lanjutkan Bantu Dapur Umum

Pembentukan Rumah Restorative Justice diharapkan dapat menjadi contoh untuk menghadirkan kembali peran para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk bersama-sama dengan penegak hukum khususnya jaksa dalam proses penegakan hukum yang berorientasikan pada keadilan substantif.

“Rumah Restorative Justice harus dapat menggali dan menyerap nilai-nilai dan kearifan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat secara umum, tidak terikat oleh wilayah atau lapisan masyarakat tertentu,” jelasnya.

Wali Kota Jaya Negara mengapresiasi program Rumah Restorative Justice yang dapat terlaksana di Desa Sumerta Kelod. Menurutnya hal ini sejalan dengan konsep mediasi untuk perdamaian.

Ini juga sejalan dengan semangat vasudhaiva kutumbakam yang selalu digemakan kepada seluruh aparatur dan masyarakat Kota Denpasar. Ia pun mengajak masyarakat sekalian untuk bersama-sama mendukung pemanfaatan Rumah Mediasi Restorative Justice.

Sementara itu, Kajari Denpasar, Yuliana Sagala, berharap Rumah Restorative Justice, Wayan Adhyaksa ini dapat melestarikan budaya hukum bangsa Indonesia yang mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk menjaga kedamaian dan harmoni di masyarakat.

“Rumah Restorative Justice memberikan pesan bahwa menghadirkan keadilan subtantif pada masyarakat adalah kewajiban, tugas, dan tanggung jawab kita. Menghadirkan Rumah Restorative Justice di tengah masyarakat adalah cara kita mewujudkan keadilan subtantif yang diharapkan oleh masyarakat,” katanya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.