BANGLI – Belakangan ini permohonan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) banyak disampaikan masyarakat melalui pengaduan 24 jam.
Menyikapi itu, Pemkab Bangli masih melakukan berbagai kajian. Hal tersebut diutarakan Kadishub Bangli, I Ketut Riang. Menurutnya, kajian tersebut meliputi penganggaran, kelayakan dan hal lainnya.
Untuk pemasangan PJU saat ini, dia menyebut masih diprioritaskan di jalan kabupaten dan provinsi. Namun, memang di tempat-tempat tertentu terdapat pemasangan PJU jika setelah dikaji memang butuh lampu. “Pengadaan PJU memang terus kami lakukan. Sementara kebutuhan PJU memang masih banyak, khususnya di kawasan wisata,” ungkap Riang.
Lebih jauh disampaikan, di sejumlah tempat seperti wilayah Kintamani ke barat masih perlu lampu PJU, karena selama ini kondisinya masih gelap. Instansinya berencana pengadaan KWH PJU seperti di Pertigaan Belantih dan Pertigaan Desa Satra.“Melihat kondisi lapangan, tempat-tempat itu memang perlu PJU,” urainya.
Terkait keterbatasan anggaran yang dimiliki untuk pengadaan PJU, Riang mendaku akan mengusulkan ke pemerintah pusat khusus PJU dengan tenaga surya.
Sebelumnya Bangli mendapat sekitar 400 titik PJU dengan tenaga surya, yang terpasang di Desa Langgahan, Desa Manikliyu dan sebagian di jalur menuju Kedisan dan Songan. “Tahun ini kami kembali mengajukan permohonan ke pusat terkait tenaga surya itu,” pungkas Riang. gia























