KARANGASEM – Gempa bumi dengan magnitudo 4.8 SR yang mengguncang Karangasem pada Sabtu (16/10/2021), membuat ratusan rumah di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem mengalami rusak ringan sampai berat. Bahkan ratusan rumah di Dusun Jatituhu, Desa Ban ambruk dan rata dengan tanah.
Sebagai bentuk empati, bantuan dari relawan disalurkan ke Posko Tanggap Darurat yang dibangun BPBD Karangasem di kantor Perbekel Desa Ban. Melihat tingginya animo masyarakat membantu warganya itu, Bupati Karangasem, I Gede Dana, mengucapkan banyak terima kasih.
Bantuan untuk korban gempa yang masuk bermacam-macam. Mulai dari sembako, susu untuk balita, pampers, alas tidur, terpal untuk tenda pengungsian, hingga bantuan air bersih dan makanan tambahan balita. Bupati Gede Dana yang turun ke lokasi bencana beberapa jam setelah kejadian, langsung menginstruksi jajarannya mengambil langkah cepat setelah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi. Instruksi itu disertai pendirian posko tanggap darurat.
Musibah ini juga menyentuh perhatian pemerintah pusat. Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito; Menteri Sosial, Tri Rismaharini; dan Menko PMK, Muhadjir Effendi, ke Bali guna meninjau kondisi kerusakan yang diakibatkan gempa. Termasuk memantau penanganan warga korban gempa.
Sampai saat ini bantuan logistik korban gempa terus berdatangan ke posko untuk dicatat dan dikumpulkan. Selanjutnya disalurkan kepada korban bencana secara teratur, sesuai dengan data jumlah kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing kadus atau kepala kewilayahan (kawil).
Bupati Gede Dana sangat mengapresiasi kepedulian para pihak yang terlibat dalam penanganan bencana gempa di Desa Ban, Kecamatan Kubu; dan Desa Pempatan, Kecamatan Rendang itu. “Saya atas nama pribadi, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Karangasem, menghaturkan terima kasih kepada para donatur dan relawan yang memberi bantuan warga kami yang mengalami musibah gempa. Semoga segala kebaikan dan keikhlasannya dibalas Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya, Rabu (20/10/2021).
Untuk penanganan pascabencana, dia akan berkoordinasi dengan Pemprov dan pusat untuk upaya jangka pendek memenuhi kebutuhan hidup warga korban gempa, baik termasuk kesehatannya. Tahap berikutnya, Dana berujar akan mengambil langkah perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan, termasuk program rehabilitasi dan perbaikan rumah warga yang rusak. “Kami akan terus memantau pelaksanaan tanggap darurat bencana gempa ini, untuk memastikan segalanya berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya. nad
























