Bantuan Kuota Belajar Segera Disalurkan, Tak Bisa untuk Akses Gim dan Medsos

  • Whatsapp
KETUA PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya. Foto: tra
KETUA PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya. Foto: tra

DENPASAR – Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, menyambut baik terkait kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) segera menyalurkan bantuan kuota belajar. Bantuan ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga sekolah kerena PBM berlangsung secara daring.

‘’Adanya bantuan kuota internet ini sebenarnya sangat membantu baik siswa maupun guru. Dengan bantuan kuota internet ini bisa membantu siswa mengikuti pembelajaran yang biasanya dilakukan melalui video meeting seperti Zoom,’’ ujar Suarya, Kamis (12/8/2021).

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, dia berharap, guru tetap semangat memberikan pelayanan terbaik kepada siswa termasuk sentuhan pendidikan karakter terutama di TK dan SD.

Dikatakan, semenjak kehadiran pandemi Covid-19 pembelajaran berubah menggunakan sistem daring atau belajar dari rumah melalui media online.  “Dengan demikian, para siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar tidak didampingi oleh guru, melainkan didampingi oleh orang tua masing-masing,’’ ujarnya.

Diharapkan orang tua para siswa peduli dan maksimal dalam mendampingi anaknya belajar dari rumah. Tidak hanya mendampingi belajar saja, akan tetapi para orang tua juga harus mengajarkan serta memberi contoh pendidikan karakter pada anaknya dan melakukannya secara rutin setiap harinya. ‘’Hal tersebut dilakukan, agar pendidikan karakter yang diberikan di sekolah maupun yang diajarkan orang tua tetap terlaksana dan dapat tertanam dalam diri siswa sejak dini,’’ serunya.

Baca juga :  Duh, Bali Kembali Catat Rekor Kasus Harian Positif Positif Covid-19

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Hasan Chabibie, mengungkapkan, bantuan kuota belajar pada September, Oktober, dan November 2021 akan membatasi akses ke beberapa situs dan aplikasi.

Di antaranya media sosial (medsos), gim, aplikasi video, serta situs-situs yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar. “Tapi berbeda dengan YouTube, misalnya. Banyak orang mencari sumber bahan belajar dari situ, di luar website yang memang khusus pembelajaran ya,’’ ujarnya dikutip dari laman Antara.

Beberapa media sosial yang dibatasi aksesnya saat menggunakan kuota bantuan Kemendikbudristek adalah Badoo, Bigolive, Facebok, Instagram, Periscope, Pinterest, SnackVideo, Snapchat, Tinder, Tumblr, Twitter, Vive, Vkontakte. Kuota bantuan Kemendikbud juga akan membatasi akses ke beberapa gim. Yaitu 8 Ball Pool, Candy Crush, Clash of Clans, Clash of Kings, Clash Royale, Crisis Action, Fifa Mobile Football, Garena, Garena AOV, Garena Free Fire, Growtopia, Lineage Revolution, Lords Mobile: Battle of the Empires, Mobile Legends, PUBG, Roblox, dan Steam. Sedangkan aplikasi video yang dibatasi adalah Dailymotion, JWPlayer, Likee, Netflix, QQVideo, TikTok, TVUNetworks, dan VIU.

“Kemendikbudristek akan selalu melakukan evaluasi sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah aplikasi atau situs yang dibatasi aksesnya menggunakan bantuan kuota belajar akan terus bertambah. Nanti kami akan berkoordinasi dengan operator seluler atau Kominfo untuk membatasi game atau situs tertentu. Tapi saat ini patokannya adalah situs yang memang selama ini diblokir Kominfo,” tutur Hasan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.