Bank NTB Syariah Optimis Modal Inti Rp3 Triliun Terpenuhi 2024

  • Whatsapp
DIRUT PT Bank NTB, Syariah H. Kukuh Raharjo (kiri) bersama direksi lainnya saat menghadiri RDP dengan Komisi III DPRD NTB, Senin (19/4/2021). foto: rul

MATARAM – PT Bank NTB Syariah optimis kewajiban pemenuhan modal inti minimum paling sedikit Rp3 triliun bagi seluruh bank milik pemerintah daerah (Pemda) paling lambat 31 Desember 2024 mendatang, dirasa akan bisa diwujudkan.

Hal itu menyusul, seluruh pemegang saham, mulai Bupati dan Wali Kota di NTB, termasuk Gubernur Zulkieflimansyah berkomitmen akan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut.

Bacaan Lainnya

Dirut PT Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo, mengatakan, dari sejumlah bank daerah di Indonesia, sesuai pengamatan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sejauh ini, justru Bank NTB Syariah yang dianggap paling siap dalam memenuhi modal inti Rp3 triliun tersebut.

‘’Sesuai hasil RUPS baru-baru ini, pemenuhan modal inti itu akan dilakukan dengan cara-cara internal. Salah satunya, penyertaan aset, dan setoran modal,” kata Kukuh kepada wartawan usai menghadiri rapat bersama komisi III DPRD NTB, Senin (19/4/2021).

Menurut dia, adanya komitmen para pemegang saham untuk memenuhi persyaratan dari OJK itu, membuat jajaran direksi kian optimis. Apalagi, suntikan dana untuk memenuhi modal inti Rp3 triliun tersebut menjadi tantangan para pemegang saham.

Sebab, dana tersebut akan bisa membuat keberadaan Bank NTB Syariah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di 10 kabupaten/kota di NTB. Apalagi, pertumbuhan Bank NTB Syariah terbaik saat ini bila dibandingkan perbankan syariah lainnya.

Baca juga :  Bupati Mahayastra Resmikan Pasar Puaya, Sukawati

‘’Wajar saya optimis, Bank NTB Syariah lebih siap dari bank daerah lainnya di Indonesia. Pernyataan dari pemegang saham membuat direksi kian semangat berbuat yang terbaik bagi rakyat NTB,’’ ujar Kukuh Raharjo.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, mengatakan, Bank NTB Syariah harus diselamatkan. Sebab, peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang konsolidasi Bank Umum Pasal 8 Ayat 5 menegaskan bahwa, bagi bank milik Pemda wajib memenuhi modal inti minimum paling sedikit Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2024 mendatang.

‘’Apabila sampai tanggal yang ditentukan modal inti minimum belum terpenuhi, maka konsekuensinya Bank NTB Syariah akan ter-down great atau turun kelas menjadi BPR, yang mana artinya kegiatan usahanya menjadi terbatas,’’ ujar Sambirang, terpisah.

Ia mengatakan, sekarang ini modal inti Bank NTB Syariah baru terpenuhi Rp1,374 triliun. Sisanya Rp1,626 triliun harus bisa dipenuhi dalam tiga tahun ke depan. Karena itu, ia menerangkan, bahwa tujuan dari POJK sebagai bagian dari upaya penguatan struktur, ketahanan dan daya saing industri perbankan demi mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudian juga sebagai upaya untuk mendorong industri perbankan untuk mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi.

‘’Oleh karena itu, mengapa Bank NTB Syariah harus diselamatkan? Selama ini Bank NTB Syariah telah menunjukkan progress yang menggembirakan baik dari sisi aset, pembiayaan dan (dana pihak ketiga) DPK nya. Di tengah persaingan industri perbankan yang ketat, aset Bank NTB Syariah mampu tumbuh 21,05 persen pembiayaannya tumbuh sebesar 14,85 persen dan DPK-nya 8,69 persen,” jelas Sambirang.

Baca juga :  Menkeu Sri Mulyani: Meski Ada Pandemi, Anggaran Pendidikan tetap Prioritas

Menurutnya, dibanding bank konvensional di NTB, porsi DPK Bank NTB lebih besar yakni 22 persen. Hanya saja porsi kreditnya yang masih harus terus digenjot supaya terus bisa kompetitif. Dari total 26 BPD di Indonesia, hanya dua yang syariah, yaitu Bank NTB dan Bank Aceh.

‘’Sementara, pertumbuhan perbankan syariah, terutama di NTB, sangat baik. Porsi pembiyaan syariah di NTB 66 persen bersumber dari Bank NTB Syariah,’’ terangnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.