Bank BPD Bali Genjot Transaksi Uang Elektronik, Segera Luncurkan Bali Unik

DIREKTUR Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma. Foto: ist
DIREKTUR Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma. Foto: ist

DENPASAR –  Kalangan perbankan, termasuk Bank BPD Bali terus menggenjot transaksi uang elektronik. Dalam waktu dekat, Bank BPD Bali akan meluncurkan layanan uang elektronik Bank BPD Bali yang diberi nama ‘’Bali Unik’’ (Uang Elektronik).

‘’Aplikasi Bali Unik ini layanan cashless Bank BPD Bali sebagai alat pembayaran yang praktis dalam bentuk kartu atau pun nonkartu  melalui handphone,’’ ungkap Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Selasa (25/5/2021) sore.

Read More

Sudharma berkata, layanan pembayaran nontunai Bank BPD Bali ini, untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah dengan bergabung dalam Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD). “Dukungan Bank BPD Bali terhadap digitalisasi daerah melalui penciptaan ekosistem sistem pembayaran yang dapat mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional, sekaligus mendorong digitalisasi perbankan,’’ kata Dirut Bank BPD Bali kedelapan tersebut.

Keuntungan menggunakan layanan Bali Unik ini, kata dia, transaksi akan jauh lebih aman, cepat, dan mudah. Tentunya tidak lagi perlu membawa atau mengeluarkan uang tunai (cashless). Bahkan dapat digunakan bertransaksi di seluruh merchant yang berlogo e-money, seperti jalan tol, SPBU, parkir, supermarket/minimarket, restoran dan lainnya.

‘’Keuntungan bisa belanja bisa dimana-mana lebih aman dan praktis serta sangat mudah. Melalui uang elektronik server base ini, para orang tua tidak perlu lagi memberi bekal anak-anaknya. Bahkan tidak perlu lagi kartu ATM, karena cukup pakai HP saja,’’ tegas Sudharma.

Direksi bank kelahiran Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung ini, mengakui layanan terbaru Bank BPD Bali tersebut masih menunggu keluarnya izin Bank Indonesia (BI).’’Kalau dari OJK sudah disetujui. Namun untuk sistem pembayaran ini harus ada izin dari BI. Karena nomor HP akan menjadi nomor rekening, jadi tinggal ditap saja. Sama seperti QRIS dan seperti pembayaran nontunai lainnya. Jadi kami berharap segera dapat izin dari BI sebagai bentuk dukungan Program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah,’’ ujarnya memungkasi. nan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.