Bangun Rumah Sakit, Pemkab Bangli Berencana Pinjam Dana

BUPATI Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; bersama Wakil Bupati I Wayan Diar saat jumpa media di rumah jabatan Bupati, Jumat (7/5/2021) terkait revitalisasi RSU Bangli. Foto: ist
BUPATI Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; bersama Wakil Bupati I Wayan Diar saat jumpa media di rumah jabatan Bupati, Jumat (7/5/2021) terkait revitalisasi RSU Bangli. Foto: ist

BANGLI – Sempat berkantor di RSU Bangli selama dua bulan sejak dilantik, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, merencanakan revitalisasi RSU Bangli. Pemerintah juga akan mengisi kekurangan dokter spesialis yang selama ini menjadi kendala penanganan pasien. Di samping itu, RSU Bangli juga merupakan Rumah Sakit Pendidikan.

Sedana Arta didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar saat jumpa media di rumah jabatan Bupati, Jumat (7/5/2021) mengungkapkan, untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas RSU Bangli, pemerintah akan melakukan revitalisasi pembangunan dan pelayanan yang memadai. Dia berujar melihat banyak bangunan tidak terlalu efektif dalam pemanfaatan ruang dan lahan, sehingga perlu direvitalisasi. “Ke depan kami rencanakan hanya akan terdiri tiga hingga empat bangunan utama, dan saat ini desain sudah dalam tahap pengerjaan. Untuk gambar saya sudah minta pada konsultan agar berlantai empat,” jelasnya.

Read More

Disinggung terkait anggaran, Sedana Arta menyebut pemerintah berencana meminjam melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Ada dua jenis pinjaman, berupa dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan pinjaman regular.  Pemkab berencana mengajukan pinjaman untuk pembangunan dan perlengkapan sarana prasarana di RSU Bangli senilai Rp70 miliar.

Hasil koordinasi ke Menteri Dalam Negeri, jelasnya, ada beberapa persyaratan harus dilengkapi, paling lambat minggu kedua bulan Juli mendatang. Pinjaman diusulkan tahun 2021, dan bila disetujui maka tahun 2022 bisa dilakukan kegiatan sesuai perencanaan. Pembayaran pinjaman bersumber dari APBD Bangli, dengan jangka waktu pinjaman mulai tiga tahun, lima tahun maupun delapan tahun. Proses pembayaran juga tidak terbatas pada masa jabatan Bupati. “Saat ini kami masih kalkulasi untuk pinjaman agar tercukupi untuk membangun dan pembelian kebutuhan alat kesehatan,” tegasnya.

Untuk mengisi mengisi kekurangan dokter spesialis, dia berkata sudah menyetujui kebutuhan dokter paru. Selain itu juga memerintah direktur rumah sakit untuk mencari kebutuhan dokter spesialis lainnya, agar pelayanan bisa berjalan maksimal. Kata dia, dari refocusing anggaran, Pemkab sudah memberi anggaran cukup besar untuk membeli perlengkapan medis yang dibutuhkan dokter spesialis. Sebab, RSU Bangli ini merupakan rumah sakit tipe B yakni pendidikan, sehingga semua standarnya harus disesuaikan.

Setelah revitalisasi bangunan dan pelayanan, dia berharap RSU Bangli mampu surplus atau mendapat untung. Dengan begitu bisa menghasilkan PAD bagi daerah untuk pembangunan ke depan. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.