POSMERDEKA.COM, BANGLI – Target vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bangli sebanyak 13.000 ekor lebih sudah tercapai pada bulan Maret 2025. Vaksinasi untuk penanggulangan penularan PMK ini masih menunggu kiriman vaksin dari Provinsi Bali untuk kelanjutannya.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, Rabu (14/5/2025) mengatakan, untuk Kabupaten Bangli mendapat jatah vaksin PMK sebanyak 24.000 dosis. Hanya, baru diterima sebanyak 13.000 dosis, dan itu sudah sepenuhnya digunakan. “Hingga saat ini kami masih menunggu kiriman tambahan vaksin, baik dari Pemprov Bali maupun pusat,” jelasnya.
Lebih lanjut Sarma menguraikan, dari total 53.000 lebih populasi sapi di Bangli, hingga bulan Maret baru tervaksin sebanyak 13.000 ekor lebih. Masih tersisa sebanyak 39.000 ekor sapi yang belum divaksin. Terkait kesiapan jelang Idul Adha tahun 2025, dia memastikan kesehatan dan kesiapan dokumen sapi yang siap potong di Bangli sudah sangat memadai. “Tidak ada kendala,” jaminnya.
Dia berujar harga sapi siap potong saat ini menurun dibandingkan tahun lalu. Harga sekarang hingga Rp46.000 per kilogram, sedangkan tahun lalu mencapai Rp51.000 per kilonya.
Kembali soal vaksinasi, dia menyebut petugas vaksinator terus melakukan penyisiran. Walaupun belum ada kasus, tapi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli terus menggencarkan vaksinasi PMK, baik pada ternak sapi, babi maupun kambing. “Kita tidak boleh lengah, lebih baik mencegah dengan tetap menggencarkan vaksinasi PMK ini, sehingga semua ternak bisa tervaksin,” tegasnya.
Sarma juga mengimbau peternak melakukan pencegahan penyakit PMK lewat melakukan pemeliharaan ternak dengan baik. “Kita harap masyarakat, terutama para peternak sapi, bersama-sama untuk mencegah PMK dengan menjaga kesehatan ternaknya,” pinta Sarma menandaskan. gia
























