Bangkitkan Pariwisata di Masa Pandemi, Pelaku Wisata Lombok Utara Akan Gelar ‘’Pekenan Dayan Gunung’’

  • Whatsapp
SEJUMLAH wisatawan saat mengunjungi Gili Trawangan sebelum pandemi Covid-19. Foto: fik
SEJUMLAH wisatawan saat mengunjungi Gili Trawangan sebelum pandemi Covid-19. Foto: fik

KLU – Pelaku pariwisata di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, akan menggelar kegiatan “Pekenan Dayan Gunung” pada pertengahan Desember 2020 untuk mendorong bangkitnya sektor ekonomi dan pariwisata di masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini merupakan wadah untuk mengangkat keanekaragaman adat istiadat, budaya dan keindahan destinasi wisata yang ada di Lombok Utara di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Kami juga ingin menggerakkan sektor UMKM, melalui keterlibatan seluruh pihak sehingga muaranya dapat membangkitkan perputaran ekonomi masyarakat bisa kembali normal meski situasi Covid-19,” ujar Ketua Gili Hotel Asosiasi (GHA) Lalu Kusnawan.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan, “Pekenan Dayan Gunung” atau pasar utara gunung istilah sebutan orang Lombok Utara mempunyai banyak agenda antara lain,  pasar keris dan batu permata, pasar kerajinan dan kuliner khas dayan gunung, dan pasar kuliner tiga Gili (Trawangan, Air dan Meno). Agenda lainnya yaitu penampilan kesenian tradisional, restorasi terumbu karang di tiga Gili serta gerakan penghijauan dengan melakukan penanaman pohon.

Kusnawan menambahkan kegiatan bertajuk “Ngemungahang Dowe Banda Gumi Sasak” berlangsung tanggal 12 sampai 13 Desember 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU), Vidi Eka Kusuma, mengakui saat ini pariwisata di daerah itu turun di titik nol. Sebab, tidak ada wisatawan yang datang baik domestik maupun mancanegara. Padahal, sebelum gempa maupun pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan bisa mencapai 5.000 orang dalam sehari, terutama di tiga Gili.

Baca juga :  Dari Dialog Kebangsaan Di Denpasar, Elemen Masyarakat Bali Sampaikan Aspirasi kepada Pemerintah

“Kita tidak ingin meratapi terlalu lama kondisi bencana ini. Berbagai upaya akan kita lakukan termasuk terus menggandeng para pelaku wisata menggelar event-event promosi,” ucap Vidi.

Ia menyampaikan dalam event yang dijadikan ajang promosi itu tetap memperhatikan protokol kesehatan. Walau sampai saat ini tiga Gili masih berstatus zona hijau. ‘’Di tiga Gili sendiri sampai saat ini masih zero (nol) kasus Covid-19,’’ ujarnya.

Dikatakannya, Lombok Utara mendapatkan dana hibah pariwisata dengan jumlah Rp15 miliar, dan anggaran ini digunakan untuk membantu pelaku pariwisata yang terdampak dan promosi pariwisata. ‘’Dana hibah untuk di NTB, Lombok Utara menerima paling besar dan dana hibah ini akan dialokasikan untuk membantu pelaku pariwisata yang terdampak dan juga untuk membantu even promosi pariwisata,’’ pungkas Vidi mengakhiri. fik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.