Bali Targetkan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun Tuntas Akhir Juli

  • Whatsapp
KETUA Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra (kiri) saat berbincang dengan salah satu kepala sekolah di Singaraja, Selasa (13/7/2021). foto: antaranews

”Dewa Indra targetkan satu sekolah selesaikan vaksinasi Covid-19 dalam dua hari”

BULELENG – Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menargetkan setiap satu sekolah mampu menyelesaikan pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 12—17 tahun dalam dua hari pelayanan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sekolah yang memiliki jumlah siswa sekitar 1.000 orang ditargetkan bisa merampungkan vaksinasi dalam dua hari layanan, sedangkan untuk sekolah dengan jumlah 2.000 siswa diberikan target tiga hari layanan.

“Target yang diberikan sesuai jumlah siswa ini tidak boleh lebih, harus bisa selesai sesuai target hari yang sudah ditentukan. Hal ini agar jadwal vaksinasi di sekolah yang lainnya tidak terlalu jauh,” tegas Dewa Indra, di Singaraja, Selasa (13/7/2021).

Target tersebut, lanjutnya, dilakukan sesuai arahan Gubernur Bali untuk mempercepat vaksinasi anak-anak sekolah usia 12—17 tahun, sehingga bisa terselesaikan dan tuntas pada akhir Juli 2021. Menurutnya, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun penting untuk dilakukan agar bisa membangun imunitas masyarakat umum, termasuk anak-anak.

Selain itu, vaksinasi anak usia sekolah juga sebagai salah satu upaya prakondisi untuk bisa memulai pembelajaran tatap muka. “Dengan dilaksanakannya program percepatan vaksinasi bagi masyarakat Bali, maka target menuntaskan vaksinasi di awal Agustus 2021 dapat tercapai, sehingga kesiapan untuk memulai pembelajaran tatap muka sudah matang,” terangnya, seperti dilansir dari antaranews.

Dengan dilaksanakannya layanan vaksinasi di setiap sekolah, dia memastikan tidak ada alasan bagi satu siswa pun yang tidak mendapatkan vaksinasi. Secara teknis, kata dia, layanan vaksinasi bagi anak-anak usia 12-17 tahun ini adalah yang paling mudah, karena memiliki tempat dan sasaran yang jelas. Selain itu, pelaksanaannya juga bisa langsung berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru sebagai penanggung jawab.

Baca juga :  Dijadikan Zona Hijau, Warga Ubud Divaksin Massal Sistem Banjar

Dalam kesempatan itu, Dewa Indra juga menyinggung persiapan sekolah untuk pembelajaran tatap muka, di antaranya terkait penyediaan sarana protokol kesehatan bagi anak-anak. “Mulai dari penyiapan wastafel dengan air mengalir dan sabun, penyediaan handsanitizer dan sejumlah disiplin protokol kesehatan yang diberlakukan bagi tenaga pendidikan dan siswa-siswi nantinya,” ucapnya.

Di samping itu, dia juga menegaskan bahwa semua dituntut untuk memperkuat dan membangun kompetensi penguasaan digital di tengah pandemi Covid-19. “Sebelum pandemi, kemungkinan masih ada beberapa guru senior yang belum menguasainya, namun saat ini dipaksa untuk beralih menyesuaikan pengajaran secara online atau daring,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.