Bali Tambah 95 Kasus Positif Covid-19, Daerah Lain Penyumbang Terbanyak

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Jumat (18/6/2021), kembali mencatatkan tambahan kasus terkonfirmasi positif yang jumlahnya lebih dominan dari pasien sembuh, bahkan kali ini tertinggi dalam empat hari terakhir.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Jumat (17/6/2021), tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 95 orang (72 orang melalui Transmisi Lokal dan 23 PPDN). Sementara pasien sembuh bertambah sebanyak 53 orang. Di hari yang sama, Bali juga menambah kasus meninggal dunia 3 orang (Buleleng 2, Badung 1).

Bacaan Lainnya

Yang bikin miris, dari 95 yang terkonfirmasi positif tersebut, daerah lain (di luar 9 kabupaten/kota di Bali-red) justru menjadi penyumbang terbanyak 31 orang. Sementara Denpasar 15, Badung 14, Tabanan 10, Bangli 7, Buleleng 5, Gianyar 4, Karangasem 4, Klungkung 3 dan Jembrana 2 orang.

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 48.084 orang (47.912 WNI dan 172 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 46.029 orang (95,73%) sudah sembuh dengan rincian 45.865 WNI dan 164 WNA.

Sementara kasus meninggal bertambah 3 orang menjadi 1.531 orang (3,18%) dengan rincian 1.525 WNI dan 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) kini bertambah 39 orang menjadi 524 Orang (1,09%) dengan rincian 522 WNI dan 2 WNA.

Baca juga :  Legislator Hasil Pileg 2019 Cuma Sampai 2022?

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.874.213 orang dan vaksin 2 sebanyak 706.089 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.073.040 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 492.738 dosis.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.