Bali Tambah 94 Pasien Sembuh Covid-19, Klungkung Terbanyak

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian covid-19 di Bali diwarnai lonjakan pasien sembuh di Kabupaten Klungkung, Kamis (22/10/2020). Dari 94 pasien yang dinyatakan sembuh di seluruh Bali, sebanyak 20 orang dari Kabupaten Klungkung. Disusul Denpasar 17 orang, Badung (14), Jembrana (12), Gianyar (10), Buleleng (10), Karangasem (7) dan Tabanan (4).

”Dengan demikian, total pasien positif covid-19 yang sudah sembuh di Bali, kini berjumlah 9.977 orang (89,68%) dengan rincian 9.951 WNI dan 26 WNA,” ujar Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Kamis (22/10/2020).

Bacaan Lainnya

Secara umum, pasien sembuh juga kembali lebih dominan dari tambahan harian kasus positif baru sebanyak 83 orang melalui transmisi lokal yang dilaporkan seluruh kabupaten/kota di Bali. Rinciannya, Denpasar dan Gianyar sama-sama 20 orang, disusul Badung (14), Buleleng (8), Bangli (7), Klungkung (6), Tabanan (4), Jembrana dan Karangasem masing-masing 2 orang.

”Secara kumulatif, sampai hari ini kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 11.125 orang (11.096 WNI dan 29 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 10.732 kasus,” jelas Rentin.

Rentin juga menyamaikan kabar duka, dimana kembali 2 pasien meninggal dunia dari Kabupaten Badung dan Gianyar. ”Sampai hari ini, pasien positif covid-19 yang meninggal dunia di Bali berjumlah 355 orang (3,19%) dengan rincian 353 WNI dan 2 WNA,” imbuh Kalaksa BPBD Provinsi Bai itu.

Baca juga :  Dialog dengan Pekerja/Buruh Terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja, Gubernur NTB Persilakan Sampaikan Aspirasi Tapi Jaga Kondusivitas Daerah

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) berkurang 13 orang, menjadi 793 (7,13%) dengan rincian 792 WNI dan 1 WNA yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Pada bagian akhir, Rentin juga kembali mengingatkan masyarakat Bali agar lebih meningkatkan disiplin melakukan protokol kesehatan (Prokes). ”Sebelum vaksinnya ada, cara paling ampuh menekan penyebaran covid-19 adalah dengan disiplin menjalankan Prokes seperti memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjaga jarak,” ujarnya.

Rentin juga menegaskan, bahwa dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini, bukan hanya menjadi tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

”Untuk itu, mari kita tingkatkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajaknya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.