Bali Tambah 86 Orang Positif Covid-19, Buleleng Penyumbang Terbanyak

  • Whatsapp

DENPASAR – Lonjakan kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Buleleng, mewarnai perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Minggu (2/5/2021), mencatat penambahan kasus positif baru sebanyak 86 orang (80 orang melalui Transmisi Lokal dan 6 PPDN) yang terjadi di tujuh kabupaten/kota, kecuali Bangli dan Jembrana.

Bacaan Lainnya

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Buleleng menjadi penyumbang terbanyak 30 orang, disusul Badung 17 orang, Denpasar 14 orang, Tabanan 10 orang, Gianyar 10 orang, Klungkung 3 orang dan Karangasem 1 orang.

Di hari yang sama, Satgas juga mencatat tambahan kasus meninggal dunia sebanyak enam orang di lima kabupaten/kota. Rinciannya, Badung 2 orang, Denpasar, Bangli, Buleleng dan Tabanan masing-masing 1 orang.

Kabar baiknya, pasien sembuh juga melonjak di hari yang sama sebanyak 98 orang atau 12 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif baru. Denpasar terus mencatatkan pasien sembuh terbanyak 46 orang, disusul Badung 16 orang, Gianyar 11 dan Buleleng 11 orang.

Secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai saat ini berjumlah 44.899 orang (44.771 WNI dan 128 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 42.310 orang (94,23%) sudah dinyatakan sembuh, dengan rincian 42.201 WNI dan 109 WNA.

Baca juga :  Biaya Tes Cepat di Bandara Ngurah Rai Turun Harga

Sementara kasus meninggal dunia, kini menjadi 1.353 Orang (3,01%) dengan rincian 1.348 WNI dan 5 WNA). Selanjutnya, pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif) berkurang 18 orang menjadi 1.236 Orang (2,75%) dengan rincian 1.222 WNI dan 14 WNA.

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubernur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.