Bali Tambah 189 Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pasien Sembuh 131, Meninggal 11 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi Covid-19 di Bali, Rabu (24/3/2021), terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 189 orang (169 orang melalui Transmisi Lokal dan 20 PPDN). Sementara pasien sembuh sebanyak 131 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 11 orang.

Berdasarkan rilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Rabu (24/3/2021), tambahan 189 orang positif tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota, dimana Denpasar menjadi penyumbang terbanyak 54 orang.

Bacaan Lainnya

Kemudian Kabupaten Badung di bawahnya sebanyak 48 orang, disusul Buleleng 22 orang, Tabanan 18 orang, Gianyar 16, Klungkung 12 orang, Jembrana 7 orang, Karangasem dan Bangli masing-masing 6 orang. Dengan demikian, secara kumulatif sampai saat ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 38.678 orang (38.597 WNI dan 81 WNA).

Sementara itu, 131 pasien yang dinyatakan sembuh juga dilaporkan seluruh kabupaten/kota, yang mana Denpasar mencatatkan jumlah terbanyak 49 orang. Total pasien yang sudah sembuh selama pandemi, kini berjumlah 36.011 orang (93,10%) dengan rincian 35.948 WNI dan 63 WNA.

Sedangkan pasien yang meninggal dunia berjumlah 11 orang. Ini artinya dalam dua hari, tercatat 23 pasien tutup usia setelah sehari sebelumnya Selasa (23/3/2021), bertambah sebanyak 12 pasien meregang nyawa.

Baca juga :  Dilarang Mudik, Gunawan Dwi Cahyo Tidak Risau

Jadi, selama pandemi covid-19 di Bali sudah menelan korban jiwa sebanyak 1.094 orang (2,83%) dengan rincian 1.090 WNI dan 4 WNA. Berdasarkan data-data tersebut, kini jumlah pasien dalam perawatan (kasus aktif) berjumlah 1.573 Orang (4,07%) dengan rincian 1.559 WNI dan 14 WNA.

Untuk menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur Koster mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M; memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, mMeningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.