Bali Tambah 174 Orang Positif Covid-19, Sembuh 72, Meninggal 4

  • Whatsapp

DENPASAR – Lonjakan kasus positif terus mewarnai perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali. Sementara jumlah pasien sembuh masih jauh di bawahnya, sehingga secara langsung menambah kasus aktif mencapai 2,65%. Padahal sekitar dua pekan lalu, kasus aktif sempat turun hingga di bawah 1%.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Minggu (27/6/2021), tambahan kasus terkonfirmasi positif melonjak sebanyak 174 orang (144 orang melalui Transmisi Lokal, 28 PPDN dan 2 PPLN). Sementara pasien sembuh hanya bertambah 90 orang. Di hari yang sama, Bali juga menambah kasus meninggal dunia 4 orang, masing-masing dai Bangli 2 orang, Badung 1 orang dan dari daerah lain 1 orang.

Bacaan Lainnya

Kota Denpasar kembali menjadi penyumbang harian terbanyak kasus positif sebanyak 56 orang, disusul Badung 32 orang, Gianyar 28 orang (tiga besar). Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 49.546 orang (49.351 WNI dan 195 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 46.584 orang (94,02%) sudah sembuh dengan rincian 46.415 WNI dan 169 WNA.

Sementara kasus meninggal dunia bertambah 4 orang menjadi 1.554 orang (3,14%) dengan rincian 1.548 WNI dan 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) bertambah 98 orang menjadi 1.408 orang (2.84%) dengan rincian 1.388 WNI dan 20 WNA 20, yang tersebar di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga :  Tunda Pembangunan, Desa Adat Saba Alihkan untuk Penanganan Covid-19

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.126.765 orang dan vaksin 2 sebanyak 738.590 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.531.720 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 666.365 dosis.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.