DENPASAR- Perkembangan kasus Covid-19 di Bali kembali mencatatkan rekor baru penambahan kasus harian terbanyak 47 orang, per Rabu (17/6/2020), dimana dari jumlah tersebut Kota Denpasar sebagai penyumbang terbanyak (30 orang). Rekor sebelumnya sebanyak 36 kasus yang tercatat 12 Juni 2020
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra memaparkan, dari 47 kasus positif itu yakni satu pekerja migran Indonesia (PMI) atau pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), satu orang pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) , dan 45 kasus transmisi lokal.
”Dari 45 kasus transmisi lokal di Bali, yang terbanyak di Kota Denpasar (30 orang), Klungkung (6), Buleleng (5), Badung (3), dan Karangasem (1 orang),” ujar Dewa Indra seraya menambahkan, 1 PPLN dan 1 PPDN terjadi di Kabupaten Tabanan, sehingga kumulatif kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali menjadi 829 orang (813 WNI dan 16 WNA).
Diakui Dewa Indra, sejak 5 Juni 2020 memang telah terjadi lonjakan kasus transmisi lokal di Bali, bahkan sudah melampaui jumlah kasus yang sebelumnya didominasi PMI atau pelaku perjalanan luar negeri.
Kabar baiknya, lanjut Dewa Indra, ada 32 orang pasien positif di Bali yang dinyatakan sembuh, Rabu (17/6/2020). “Dari 32 orang yang sembuh itu, 12 orang PMI dan 20 orang yang terinfeksi karena kasus transmisi lokal, sehingga jumlah kumulatif pasien yang telah sembuh menjadi 542 orang (530 WNI dan 12 WNA). ” terangnya.
Sementara pasien yang meninggal tetap enam orang (4 WNI dan 2 WNA). “Kasus aktif atau pasien positif dalam perawatan hingga saat ini sebanyak 281 orang (279 WNI dan 2 WNA),” tambahnya.
Terkait semakin meningkatnya kasus transmisi lokal, Dewa Indra kembali meningatkan agar seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19.
Dewa Indra juga tak henti-hentinya menyerukan agar masyarakat melakukan upaya-upaya pencegahan seperti pemakaian masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan melaksanakan karantina bagi masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan. yes























