BANGLI – Pelaku usaha tauge di Banjar Bebalang, Bangli pusing memikirkan kenaikan harga bahan baku dan harga tauge di pasaran justru menurun. Harga bahan baku kacang hijau impor dari Rp18.000 per kg naik menjadi Rp24.500 per kg, akibat pengaruh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
Salah satu pengusaha tauge asal Banjar Bebalang, Kelurahan Bebalang, Bangli, Dewa Gede Rai, menuturkan, rata-rata dia mengolah bahan dasar kacang ijo sebanyak 1 kuintal untuk bahan tauge. Harga kacang hijau impor Rp24.500 per kg dari Rp18.000 hingga Rp19.500 per kg.
Kenaikan harga bahan baku berdampak pada pendapatan yang terus menyusut akibat tingginya biaya produksi. Sayang, sebutnya, harga tauge di pasaran justru turun dari sebelumnya Rp9.000 per kilo menjadi hanya Rp7.000 per kilo. Tauge dijual ke wilayah Gianyar dan Bangli.
Sampai kini dia belum berani melakukan penyesuaian harga, apalagi banyak pengusaha tauge baru, yang membuat persaingan kian ketat. “Selain harus menjaga kualitas, kami juga menjaga harga agar pelanggan tidak lari. Rugi sih tidak, tapi pendapatan menurun,” kisahnya dengan nada lesu.
Meski begitu, dia bersama teman-teman lain tetap melanjutkan usaha tauge yang dilakoni sejak puluhan tahun lalu. Pasalnya, bila usaha dihentikan sembari menunggu harga bahan baku turun, dia takut konsumen (pelanggan) beralih ke tempat lain. “Untuk mencari pelanggan sangat sulit, makanya meski kami tidak ada, usaha ini tetap kami jalankan,” tandasnya. gia























