Badung Rekor Tertinggi Penggunaan Hak Suara, Bawaslu Beri Sejumlah Catatan

  • Whatsapp
RAPAT pleno rekapitulasi suara Pilkada Badung tingkat kabupaten di Kuta, Rabu (16/12/2020) lalu. Foto: Ist
RAPAT pleno rekapitulasi suara Pilkada Badung tingkat kabupaten di Kuta, Rabu (16/12/2020) lalu. Foto: Ist

MANGUPURA – Hanya diikuti paslon tunggal, justru Pilkada Badung 2020 mencatat rekor tertinggi di Bali dalam kategori penggunaan hak suara oleh pemilih. Dari 68,34 persen pada Pilkada Badung 2015, kini melenting jauh menjadi 84,62 persen. Meski KPU Badung terbilang sukses menyelenggarakan, Bawaslu Badung tetap memberi sejumlah catatan perbaikan.

Berdasarkan data di KPU Bali, partisipasi pemilih tertinggi ada di Badung, disusul Bangli sebesar 83,33 persen, Tabanan (81,05 persen), Jembrana (78 persen), Karangasem (71 persen) dan sebagai juru kunci “klasemen” ini adalah Denpasar dengan hanya 54 persen. Selain di posisi terbawah, Pilkada Denpasar 2020 juga menunjukkan tren menurun tinimbang tahun 2015 yang penggunaan hak pilihnya mencapai 56 persen.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta, partisipasi pemilih di enam kecamatan yang ada yakni Kuta sebesar 75,68 persen, Mengwi (93,81 persen), Abiansemal (94,14 persen), Petang (93,13 persen), Kuta Selatan (69,4 persen), dan Kuta Utara sebesar 78,39 persen. “Yang paling tinggi itu di Kecamatan Abiansemal, dan paling rendah di Kuta Selatan,” ucapnya usai rapat pleno rekapitulasi hasil Pilkada Badung di tingkat Kabupaten, Rabu (16/12/2020) lalu.

Baca juga :  PKK Ujungtombak Sosialisasi Program Pemprov Bali

Rekor ini, sebutnya, tidak mungkin dicapai jika tanpa kerja keras seluruh stakeholder terkait dalam menyukseskan pilkada. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengampu kepentingan terkait yang ambil bagian dalam pesta demokrasi ini. Meski tahapan pilkada dihantui dengan pandemi Covid-19,

Walaupun pemilihan kali ini dirasa sangat sulit karena dilaksanakan di masa pandemi, dia sangat bersyukur atas capaian dan kerja seluruh jajaran penyelenggara. Mulai dari tingkat kecamatan (PPK), desa/kelurahan (PPS) hingga KPPS di TPS. Ada juga peran camat, perbekel/lurah, bendesa adat, kelian adat serta TNI/Polri dalam menjaga kondusivitas selama penyelenggaraan berlangsung.

Untuk hasil akhir rekapitulasi, Kayun, sapaan akrabnya, berkata paslon Giriasa mendulang 285.241 suara. Sementara kolom kosong hanya mendapat 16.172 suara.

Di tempat terpisah, komisioner Bawaslu Badung, IGN Bagus Cahya Sasmita, menyebut semua tahapan pilkada dijalankan sesuai dengan regulasi oleh KPU Badung. Meski demikian, dia berujar ada sejumlah catatan dalam hal pengawasan. Menurutnya, KPU Badung agar dapat menampilkan juga data pemilih yang tidak hadir ke TPS atau tidak menggunakan hak pilihnya. Sayang, KPU Badung tidak memiliki data tersebut karena tidak bagian dari tugas pokok dan fungsinya.

“Kami menyampaikan data hasil pengawasan terhadap pemilih tidak yang tidak hadir. Dari data kami yang hadir sebanyak 309.276 pemilih, dan yang tidak hadir sebanyak 56.371 atau setara dengan 15,38 persen,” jelasnya.

Baca juga :  Jadi Tempat Simulasi Vaksinasi Covid-19, Puskesmas Abiansemal I Terus Bersiap Diri

Selain itu, sambungnya, terdapat selisih jumlah surat suara yang seharusnya diterima di TPS sesuai jumlah pengadaan logistik dengan jumlah surat suara yang diterima di TPS sebanyak 339 lembar. Bagus menyebut KPU Badung tidak tahu di mana keberadaan 339 lembar surat suara itu. Bawaslu, imbuhnya, menyampaikan data hasil pengawasan terhadap jumlah TPS yang terjadi kesalahan administrasi penghitungan suara. Mulai dari hitung ulang surat suara (7 kasus), hitung daftar hadir (13), C hasil salinan (125), dan surat suara tidak sesuai dengan diterima di TPS (225 kasus).

“Bawaslu Badung mengimbau untuk evaluasi ke depan agar KPPS, PPS, dan PPK mencatatkan setiap kejadian khusus pada formulir kejadian khusus setiap tingkatan,” sebutnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.