Bacaleg Ramai Mundur, Berembus Isu Ketua DPW Nasdem Akan Dikudeta

AAN Widiada. Foto: hen
AAN Widiada. Foto: hen

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Terseok-seok gegara diguncang konflik internal, memaksa Partai Nasdem di Bali mesti realistis untuk pencapaian target politiknya. Ditinggal caleg dan kader yang mundur ramai-ramai sejak dua pekan terakhir, mempertahankan kursi yang ada dinilai adalah peluang paling optimal. Namun, mendapat satu kursi di DPR RI tetap tidak bisa ditawar.

Bappilu DPW Partai Nasdem Bali, AAN Widiada, ditemui Sabtu (13/5/2023) malam, mengakui turbulensi di partainya mengusik rencana dan target yang dicanangkan. Turbulensi dimaksud yakni keributan soal nomor urut caleg, mundurnya Dewa Budiasa Nyoman Budiasa dari bacaleg DPR RI, dan kompak minggatnya sejumlah kader serta bacaleg di Kota Denpasar.

Bacaan Lainnya

“Dewa Budiasa itu mengajak saya untuk dicalonkan di Denpasar Utara, sekarang malah saya ditinggal. Dulu saya diganti beliau di DPD Nasdem Denpasar, tapi saya tidak ada masalah,” tuturnya dengan nada getir.

Meski mengakui mundur ramai-ramai bacaleg di Denpasar signifikan mempengaruhi laju partai, dia mengklaim sudah mengantisipasi potensi itu. Dia pun bilang tidak bisa melarang orang pergi jika sudah tidak suka. “Masa saya mau melarang mereka mundur? Ya, yang penting kami tetap berjalan,” sambung anggota DPRD Denpasar itu.

Untuk pengganti bacaleg di Denpasar, Widiada mendaku sudah memiliki orang-orang yang ditunjuk. Mereka, antara lain, tokoh masyarakat di desa yang dinilai memiliki basis massa. Meski begitu, dia tidak memungkiri bahwa bacaleg pengganti nanti tidak sekuat bacaleg yang mundur. Elektabilitasnya perolehan suaranya di antara 100 atau 200 suara.

“Elektabilitas bacaleg yang mundur itu juga tidak beda jauh, angka (potensi suara)-nya juga segitu. Cuma kalau dikumpulkan kan banyak juga untuk suara partai, minimal bisa mempertahankan tiga kursi sekarang. Kami pastikan dapat penggantinya di sisa waktu pendaftaran sampai DCT,” jamin tokoh Puri Peguyangan ini.

Disinggung soal bacaleg DPR RI, Nengah Senantara, yang ditempatkan di nomor urut 1, Widiada tidak menjawab lugas. Dia lalu menjelaskan latar belakangnya. Kata dia, meski Senantara pendatang baru, tapi posisinya adalah “dilamar” partai, bukan melamar ke partai. Dengan kekuatan logistik selaku pengusaha, plus jejaring sosial, Senantara dinilai sangat berpeluang mendulang suara besar.

“Ya mungkin ini juga yang bikin Dewa Budiasa kecewa. Tapi semua kembali ke kewenangan Ketua Umum DPP, bukan di DPW. Sebelumnya kami tanyakan juga peluang perolehan suara para bacaleg RI, dan Pak Senantara bilang sekitar 60 ribu,” paparnya.

Menurutnya, kisruh pencalegan di Nasdem dan partai lain tidak lepas karena isu sistem proporsional tertutup yang sedang disidangkan di Mahkamah Konstitusi. Jika masih sistem terbuka, kegaduhan tidak akan sebesar sekarang.

Disinggung alasan dia tetap bertahan di Nasdem meski tidak kunjung membesar di Bali, dia tertawa. Widiada mengakui Nasdem sulit untuk bisa sebesar PDIP atau Golkar di Bali. Pula secara personal elektoral tidak segahar dua partai tersebut. Namun, karena dapat amanah maka dia kerjakan. Bahwa ada kelompok yang berseteru di internal, dia memilih tidak ingin ikut dalam pertengkaran itu.

“Saya tidak munafik, kita masuk partai kan ingin jadi anggota Dewan. Secara elektabilitas saya yakin masih dapat suara cukup di Denpasar, kenapa harus pergi?” kelakar legislator yang sudah 30 tahun di DPRD Denpasar lewat Golkar dan Nasdem ini.

Menjawab soal isu rencana kudeta kepemimpinan Julie Laiskodat selaku Ketua DP Nasdem Bali karena bukan orang Bali, Widiada terdiam sejenak. Alih-alih menjawab tegas, dia mengakui Julie sempat berujar “jika tidak suka saya memimpin di Bali, beri saya satu kursi di DPR RI” saat rapat DPW. “Ya, Kakak Julie ngomong begitu, mungkin beliau mendengar isu,” kelitnya tanpa menegaskan apakah isu kudeta itu benar atau tidak. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses