POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kisruh internal terkait proses pencalegan, tidak tampak sama sekali saat DPD Partai Golkar Bali mendaftarkan bacaleg DPRD Bali ke KPU Bali, Minggu (14/5/2023). Diiringi massa sekira 2.000 orang plus empat baleganjur, pengurus harian Golkar menumpang dokar dengan kusir berdandan Krisna, salah satu tokoh dalam kisah Mahabharata.
“Kami naik dokar dengan kusir Krisna, sebagai simbol penegak kebenaran. Ini artinya Golkar dikusiri figur penegak kebenaran dan keadilan,” seru Ketua DPD Partai Golkar Bali, Sugawa Korry, usai mendaftar.
Sebelumnya, tiba di KPU Bali, Sugawa bersama Sekretaris Made Dauh Wijana dan sejumlah struktur partai disambut Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Mereka diterima di ruang transit, sebelum kemudian diarahkan ke aula KPU untuk penyerahan berkas pendaftaran bacaleg.
Sugawa menjelaskan, Golkar Bali mendaftarkan 55 bacaleg. Dia mengaku sengaja memilih tanggal, karena hari baik Wuku Watugunung sebagai simbol kemenangan dharma melawan adharma. Dia juga menyebut Daftar Calon sementara (DCS) berproses sesuai mekanisme Juklak 011 dan PO 05. Bacaleg Golkar siap bertarung untuk menghadirkan politik kesejahteraan dan harapan keseimbangan politik di Bali.
“Bacaleg kami ada delapan doktor, ada magister dan sarjana. Kualitas SDM jadi ciri yang dikedepankan,” paparnya didampingi sebagian pengurus harian.
Enggan bermuluk-muluk, Sugawa menarget 13 kursi dari 8 yang ada saat ini. Idenya adalah minimal ada keseimbangan sosial politik, tidak ada dominasi, sehingga terjadi adu gagasan di parlemen. Pun ada saling kontrol menjalankan pemerintahan. Untuk DPR RI, dari dua kursi yang direbut Gde Sumarjaya Linggih dan AA Bagus Adhi Mahendra, ditarget naik jadi tiga kursi.
Hanya, dia enggan bercerita dapil mana saja yang diprediksi bisa mendulang tambahan kursi DPRD Bali. “Maaf, saya tidak bisa sebut dapilnya, itu strategi internal. Yang jelas kami punya titik-titiknya,” kelit Sugawa yang kini bertarung ke DPR RI.
Soal ada petahana DPRD Bali tidak lagi dicalonkan, Sugawa membenarkan. Dia merujuk pertimbangan dan mekanisme yang dibahas Tim 9 sebagai pijakannya. Hasil kajian Tim 9 kemudian dikoordinasikan ke DPP sampai muncul DCS.
“Kuota perempuan 30 persen sudah terpenuhi, termasuk antisipasi PKPU yang baru dengan calon di Jembrana ada dua perempuan dari empat kursi. Golkar siap laksanakan PKPU baru nanti, sudah antisipasi,” sambungnya.
Disinggung ada kisruh terkait proses pencalegan yang diperjuangkan Gde Sumarjaya Linggih (Demer) sampai ke DPP Golkar, alis Sugawa berkerut sejenak. “Ooo itu hal biasa di Golkar, demokrasi di Golkar biasa. Proses (pencalegan)-nya adalah mekanisme, tidak ada masalah proses ‘perjuangan’,” sahutnya kalem.
Bagaiman dengan perdebatan sengit di DPP antara kubu Sugawa dengan kubu Demer yang memperjuangkan aspirasi kader yang tidak puas keputusan DPD Golkar? “Itu hal biasa. (Perdebatan) bukan sengit, itu biasa bagi kami, bagi orang lain melihat (mungkin) sengit. Kami akan diajarkan berdebat untuk adu ide dan gagasan,” kelitnya sembari tersenyum.
Sebagai catatan, pencalegan Golkar Bali sebelumnya mengalami turbulensi internal pada pekan lalu. Ada 13 kader yang pencalonannya tidak sesuai harapan, protes keputusan DPD Golkar Bali. Namun, protes disampaikan melalui Demer yang kemudian memperjuangkan ke DPP Golkar di Jakarta. Situasi itu kemudian memposisikan Sugawa berhadapan dengan Demer. Karena perjuangannya untuk merevisi keputusan Sugawa, “Kelompok 13” ini secara jenaka dijuluki “Golkar Perjuangan”, meminjam kisah PDI yang bertransformasi menjadi PDI Perjuangan. hen






















