BAC 2026: Fajar/Fikri – Sabar/Reza Menang Mudah, Raymond/Nikolaus Gagal ke Babak 16 Besar

GANDA putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat menghadapi pasangan Uni Emirat Arab Dev Ayyappan/Dhiren Ayyappan pada babak pertama Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, China, Rabu (8/4/2026). Fajar/Fikri menang dengan skor 21-12, 21-9. foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani melenggang mudah ke babak 16 besar Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026. Tapi sayangnya pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal

Bermain di Ningbo Olympic Sports Center, China, Rabu (8/4/2026), Fajar/Fikri yang menjadi unggulan kelima itu melangkah mulus ke babak kedua setelah mengalahkan pasangan Uni Emirat Arab Dev Ayyappan/Dhiren Ayyappan dengan skor 21-12, 21-9.

Read More

Fajar mengatakan pertandingan tersebut dimanfaatkan untuk mengembalikan ritme bertanding setelah sekitar satu bulan absen sejak All England. ”Pertama-tama alhamdulillah bersyukur dikasih kelancaran hari ini. Dan senang juga setelah All England, kurang lebih satu bulan kami kembali lagi ke lapangan untuk bertanding,” katanya.

Pada babak 16 besar, Fajar/Fikri akan menghadapi Chen Bo Yang/Liu Yi yang merupakan finalis BAC 2025. Menurut Fajar, lawan mereka memiliki modal kepercayaan diri tinggi, namun justru menjadi tantangan yang ingin mereka jawab dengan performa terbaik. “Kami juga ingin mengeluarkan kemampuan terbaik untuk menang,” ucapnya.

Sementara, Sabar/Reza mengalahkan pasangan Thailand Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich dengan skor 21-9, 21-12. Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi Sabar/Reza setelah dalam beberapa turnamen terakhir belum mampu meraih hasil maksimal.

“Alhamdulillah bersyukur bisa melewati pertandingan hari ini dengan baik. Karena di akhir-akhir turnamen kemarin juga kami agak kurang baik hasilnya. Jadi sebisa mungkin di pertandingan kali ini harus memperbaiki kesalahan-kesalahan,” kata Reza.

Poin Krusial
Sayangnya, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus tersingkir setelah kalah tipis 21-11, 15-21, 23-25 saat menghadapi pasangan Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.

Raymond mengaku sudah tampil cukup baik, namun kurang maksimal dalam mengelola poin-poin krusial pada gim penentuan. “Di poin-poin terakhir kami banyak mengangkat bola jadi kami banyak terserang,” kata Raymond, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Ia mengungkapkan sempat terjadi kesalahan dalam membaca pola permainan lawan pada awal pertandingan. “Antisipasi kami terhadap lawan mengira akan banyak menyerang, namun di game pertama lawan malah melambatkan tempo dan bermain satu-satu,” ungkapnya.

Di sektor ganda putri, pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menunjukkan daya juang tinggi dengan bangkit setelah kehilangan gim pertama untuk mengalahkan pasangan Taiwan Chang Ching Hui/Yang Ching Tun dengan 19-21, 21-9, 21-14.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar, tanpa cedera hari ini. Di gim pertama kami masih baca situasi dan belum menemukan ritme mainnya bagaimana,” kata Febi seraya menambahkan, performa mereka mulai membaik pada gim kedua dan ketiga setelah bermain lebih tenang.

Rachel menambahkan, pertandingan tidak mudah karena lawan merupakan pasangan senior yang memiliki pengalaman lebih. “Shuttlecock yang cukup lambat juga membuat permainan tadi jadi banyak reli,” kata Rachel.

Berikutnya Rachel/Febi menghadapi unggulan keempat asal China Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian yang mengalahkan wakil Korea Selatan Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo dengan 21-16, 21-12.

Sementara pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari gagal mengikuti Rachel/Febi. Ana/Trias tak berdaya menghadapi unggulan pertama asal China Liu Sheng Shu/Tan Ning hingga menyerah kalah dua gim langsung 11-21, 19-21.

Trias mengatakan mereka terlalu terburu-buru dalam mengembangkan permainan pada gim pertama sehingga tidak mampu mengimbangi kecepatan dan kekuatan lawan. “Di gim pertama kami terlalu terburu-buru mainnya, lawan memiliki keunggulan di power dan speed,” kata Trias.

Ana menambahkan secara persiapan mereka sebenarnya sudah memiliki rencana permainan, namun eksekusi di lapangan belum berjalan maksimal karena kurang sabar dalam membangun serangan. “Di gim pertama sebenarnya kami sudah mempersiapkan sebelumnya, namun karena terlalu buru-buru jadi bolanya kurang pas,” katanya. yes

kampungbet kampungbet kampungbet kampungbet kampungbet

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.