Atasi Konflik NU-PKB, Ma’ruf Amin Sarankan PKB Tiru Cara Gus Dur

WAPRES Ma'ruf Amin (tengah) saat meresmikan BLK Komunitas secara nasional di ponpes di Loteng, Jumat (10/2/2023). Foto: ist
WAPRES Ma'ruf Amin (tengah) saat meresmikan BLK Komunitas secara nasional di ponpes di Loteng, Jumat (10/2/2023). Foto: ist

MATARAM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin angkat bicara terkait perselisihan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan pengurus pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurut dia, kondisi ini tidak bisa dibiarkan, karena dikhawatirkan mengganggu stabilitas pada tahun politik dan menjelang Pemilu 2024. Dia juga berharap PKB bisa kembali menjadi partai peringkat tiga besar pada Pemilu 2024.

“Jika PKB masuk tiga besar, kan nanti bisa lebih berperan menjadi wadah para kiai dalam menjaga umat dan negara. Jika ada konflik dan silang pendapat, sebaiknya diselesaikan dengan cara tabayun atau bersilaturahim,” ucapnya kepada wartawan di Lombok Tengah (Loteng), Jumat (10/2/2023). 

Read More

Sebagai saksi keberhasilan PKB membawa Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden, dia minta pengurus DPP PKB meniru cara yang diajarkan Gus Dur dalam setiap menyikapi dinamika politik yang terjadi. Dia juga mengklaim ikut meramu, menyiapkan, dan memberi landasan berpikir saat PKB didirikan. “Saya juga menjadi saksi keberhasilan PKB membawa Abdurrahman Wahid menjadi Presiden,” tegas Ma’ruf Amin. 

Dia menguraikan, PKB didirikan tahun 1998, kemudian 1999 langsung Pemilu, dan PKB mendapat 13 persen suara nasional, nomor tiga dalam perolehan suara partai. Karena itu, semestinya perolehan suara PKB setelah itu mengalami kenaikan. Sayang, yang terjadi justru sebaliknya, menurun ke angka 10 persen, bahkan hingga 4,5 persen.

“Jika ingin balik, minimal balik ke nomor tiga, maksimalnya nomor satu. Maka jajaran pengurus DPP PKB harus meniru cara Gus Dur,” sambungnya mengingatkan.

Bagi dia, PKB adalah wadah politik kiai, karena pada waktu itu kiai tidak memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, tanpa PKB, maka Gus Dur mungkin tidak akan menjadi Presiden. “Alhamdulillah waktu itu (Gus Dur menjadi Presiden), walau hanya dua tahun. Tapi yang penting menjadi Presiden, karena kiai menjadi Presiden itu sudah luar biasa,” pujinya menandaskan. 

Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menyatakan partai yang dipimpinnya saat ini menjadi garda terdepan yang memperjuangkan aspirasi politik warga NU. “Kami sebagai politisi-politisi yang lahir dan dibesarkan oleh NU amat sangat mensyukuri dan siap menjadi garda terdepan memperjuangkan aspirasi politik nahdliyin, dan aspirasi politik warga NU di tanah air,” serunya. 

Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang juga hadir dalam sarasehan itu menyatakan, PKB adalah partai politik yang tidak bisa dipisahkan dengan NU. Satu-satunya partai yang sejalan, senapas, seiring dengan Nahdlatul Ulama hanyalah PKB. “Ini apa adanya yang saya ngomong, enggak bisa meninggalkan sejarah,” sebutnya.

“Saya heran kalau ada orang mengatakan NU harus jauh dari PKB. Enggak mungkin, enggak mungkin, itu melupakan sejarah itu,” imbuhnya. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.