Atasi Banjir, Pemkab Badung Anggarkan Rp500 Juta untuk Normalisasi Tukad Mati

  • Whatsapp
BUPATI Giri Prasta bersama rombongan memantau kondisi banjir di wilayah Legian, Senin (6/12/2021). Foto: ist
BUPATI Giri Prasta bersama rombongan memantau kondisi banjir di wilayah Legian, Senin (6/12/2021). Foto: ist

MANGUPURA – Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta; bersama Sekda Wayan Adi Arnawa, serta anggota DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti dan Nyoman Satria, memantau kondisi banjir di Wilayah Legian, Senin (6/12/2021). Turut Mendampingi Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Badung, Nyoman Karyasa; Camat Kuta, I Nyoman Rudiarta; Sekcam Kuta,  I Made Agus Suantara; Lurah Legian, Ni Putu Eka Martini; dan Ketua LPM Legian, Wayan Puspa Negara.

Menurut Giri Prasta, kondisi bantaran Tukad Mati Legian yang terendam banjir dulunya persawahan dan daerah resapan. Namun ketika terjadi land consolidation (LC), lahan itu berubah menjadi kawasan permukiman.  

Bacaan Lainnya

Untuk mengatasi banjir, pihaknya sudah memiliki rencana melakukan normalisasi dengan mengeruk sedimentasi di Tukad Mati. Ketika sedimentasi teratasi, hal itu dipastikan membuat aliran air menjadi lebih lancar. ‘’Kami sudah berhitung, sepanjang 1,2 km tukad mati ini akan kita tangani sedimentasi. Itu kita perkirakan memerlukan dana Rp500 juta per tahun dan akan disiapkan,’’ terangnya.

Normalisasi tersebut diterangkannya merupakan langkah konkret dalam menangani pendangkalan Tukad Mati di Legian. Sekaligus mendukung optimalisasi kinerja pompa yang ada di Jembatan Naga. Sebab ketika terjadi air rob dan sedimentasi di hilir tinggi, hal itu membuat pompa tak berjalan maksimal dan air sungai sulit dialirkan.

Baca juga :  APBD 2021 Ditetapkan, Gianyar Gerak Cepat Pembangunan

Rencananya, kegiatan pengerukan itu akan dianggarkan mulai tahun depan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, sehingga langkah konkret itu bisa dilakukan secepatnya bersama-sama.

Disisi lain, pihaknya juga akan melakukan kajian atas usulan warga untuk menambah drainase di Jalan Dewi Sri. Apakah nantinya perlu dilakukan penambahan atau opsi lain dengan menaikkan level ketebalan aspal disana. Jangan sampai kondisi level ketebalan aspal berada di bawah permukaan. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.