APBD Perubahan Bangli 2020 Defisit Rp56 Miliar

  • Whatsapp
BUPATI Made Gianyar menyerahkan RAPBD Perubahan yang diterima Wakil Ketua DPRD Bangli, I Nyoman Budiada.
BUPATI Made Gianyar menyerahkan RAPBD Perubahan yang diterima Wakil Ketua DPRD Bangli, I Nyoman Budiada.

BANGLI – Dalam rapat paripurna I, Senin (28/9/2020) penyampaian Ranperda tentang Perubahan APBD Bangli tahun anggaran 2020 dirancang defisit senilai Rp56 miliar lebih. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli, I Nyoman Budiada; didampingi I Komang Carles. Dari eksekutif hadir Bupati Bangli, I Made Gianyar, beserta staf ahli Bupati, para Asisten, dan OPD.

Bupati Made Gianyar mengatakan, pendapatan daerah di Perubahan APBD tahun anggaran 2020 dirancang Rp1 triliun 27 milyar lebih. Angka ini berkurang Rp173 miliar dari pendapatan APBD Induk sebesar Rp1 triliun. Penyesuaian pendapatan daerah di Perubahan APBD 2020 yakni PAD dirancang Rp104 miliar, mengalami penurunan Rp60 miliar dari APBD Induk senilai Rp165 miliar akibat pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh diutarakan, dana perimbangan dirancang Rp663 miliar dari pemerintah pusat. Karena alokasi untuk penanganan pandemi Covid-19, sebutnya, ini menyebabkan ada penyesuaian dana transfer Rp760 miliar dari APBD Induk mengalami penurunan Rp97 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang senilai Rp259 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 15 miliar  dari APD Induk Rp274 miliar. Penurunan ini disebabkan adanya penyesuaian penerimaan bagi hasil pajak dan bangunan keuangan khusus dari Pemprov Bali. “Di sisi lain juga ada penambahan pendapatan dari kewajiban bagi hasil pajak Pemprov Bali 2019 dan tahun 2020,” jelasnya.

Baca juga :  Terdeteksi Sejak 1 Maret 2020, Dua WNI Positif Corona

Pembiayaan daerah di Perubahan APBD 2020, sambungnya, dirancang Rp56 miliar, meningkat Rp23 miliar dibandingkan APBD Induk 2020 senilai Rp33 miliar. “Dari komposisi tersebut, kalau kita bandingkan antara jumlah pendapatan dan jumlah belanja, maka posisi RAPBD Perubahan tahun anggaran 2020 dirancang defisit Rp56 miliar. Sumber pembiayaan dari  sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (Silpa) tahun anggaran 2019,” tutupnya. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.