Antisipasi Masuknya Virus Varian Baru, Jalur Pelayaran Sapekan-Celukan Bawang Diawasi Ketat

  • Whatsapp
KONDISI Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Foto: rik
KONDISI Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Mengantisipasi masuknya virus Corona varian baru ke wilayah Buleleng, jalur pelayaran perintis dari Pulau Sapeken menuju Celukan Bawang untuk sementara terhenti dan dilakukan pengawasan ketat. Hal ini sebagai upaya pencegahan terhadap orang yang masuk ke Buleleng diduga terpapar virus Corona.

Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengatakan, sejumlah pintu masuk Buleleng melalui jalur laut telah diawasi dengan ketat. Selama ini Satgas Penanganan Covid-19 Bulelengtelah melakukan pemeriksaan ketat terhadap orang atau penumpang yang masuk melalui pintu Pelabuhan Celukan Bawang dan pelabuhan lainnya di Buleleng.

Bacaan Lainnya

Dia menyebut, di Buleleng, ada sejumlah pelabuhan rakyat sebagai lalulintas alur orang dan barang, terutama dari Kepulauan Madura. Untuk itu, Sutjidra memastikan mempertebal pengamanan sejumlah pintu masuk Buleleng melalui jalur laut termasuk di Pelabuhan Celukan Bawang.

“Kami melakukan pola penyekatan ketat. Memang virus varian baru (Covid-19) ini sedang tinggi di Jawa dan Madura. Varian baru ini sangat ganas dan infeksius. Kami selalu lakukan pemeriksaan standar. Bagi nonrekatif, kami izinkan masuk dan yang terbukti reaktif akan dilakukan isolasi seperti yang terjadi pekan sebelumnya,” kata Sutjidra.

Baca juga :  Kematian Mintan Masih Gelap, Labfor Polda Bali Lakukan Olah TKP

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Celukan Bawang, Made Oka, tak menampik pelayaran perintis dari dan ke Celukan Bawang dilakukan pengawasan ketat, karena kondisional. Meski begitu, sejauh ini belum ada jadwal kedatangan kapal perintis masuk ke Pelabuhan Celukan Bawang.

“Ini bukan berarti penghentian. Jika ada permintaan resmi agar ditutup sementara akan diteruskan. Untuk sementara hanya memperketat kedatangan kapal melalui aturan berlapis. Misalnya, sehari sebelum kapal datang kepada agen diminta untuk mengirimkan data kapal dan jumlah penumpang,” jelas Oka.

Disisi lain terkait dengan perkembangan penanganan kasus Covid-19 di Buleleng, pada Rabu (30/6/2021) tercatat 1 orang pasien dinyatakan sembuh berasal dari Kecamatan Gerokgak. Untuk kasus terkonfirmasi baru berjumlah 24 orang, dengan rincian berasal dari Kecamatan Gerokgak dan Banjar masing-masing 5 orang, Buleleng dan Sukasada masing-masing 4 orang, Sawan 3 orang, dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Busungbiu, Seririt, dan Tejakula. Secara kumulatif kasus konfirmasi positif di Buleleng sebanyak 4.232 orang, rinciannya sembuh 3.932 orang, meninggal dunia 182 orang, sedang dirawat 118 orang. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.