Antisipasi Klaster Baru, Tiga Pasar Besar di Singaraja Bakal Diurai

  • Whatsapp
RAPAT Pembahasan penguraian tiga pasar besar di wilayah Kota Singaraja, yang dipimpin Sekda Buleleng, Gede Suyasa. Foto: rik
RAPAT Pembahasan penguraian tiga pasar besar di wilayah Kota Singaraja, yang dipimpin Sekda Buleleng, Gede Suyasa. Foto: rik

BULELENG – Pemkab Buleleng meminta kesiapan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng untuk segera mengurai tiga pasar besar yang ada di Buleleng, khusus di wilayah Kota Singaraja. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi agar pasar tradisional tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 atau virus Corona.
Ketiga pasar besar tersebut khusus di seputaran Kota Singaraja yakni Pasar Banyuasri, Pasar Bongkar Muat, dan Pasar Anyar. Penguraian ini dilakukan untuk bisa memberikan jarak antar para pedagang dan para pembeli saat berada di dalam pasar melakukan transaksi jual beli dengan mengedepankan protokol kesehatan penanganan dan pencegahan Covid-19.

Rencana penguraian ini dibahas dalam rapat, yang dipimpin langsung Sekda Buleleng, Gede Suyasa, dan diikuti Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Ni Made Rousmini, perwakilan Polres Buleleng, perwakilan Kodim 1609/Buleleng, dan sejumlah pimpinan instansi terkait, pada Sabtu (27/6) bertempat di ruang kerja Sekda Buleleng.

Baca juga :  Pilkada Ditunda, di Badung Bisa Ada Penantang Petahana

Suyasa mengatakan, sampai sekarang ini belum ditemukan data terkait klaster pasar di Buleleng seperti yang pernah terjadi di wilayah Desa Bondalem. Untuk itu, Suyasa berharap agar hal tersebut tidak terjadi kembali di Buleleng, karena Buleleng memiliki tiga pasar besar yang berada di wilayah Kota Singaraja. “Jadi sangat perlu jaga jarak antar pengunjung dan pedagang di pasar,” kata Suyasa.

Diperlukan perhitungan cermat dalam hal penguraian pasar ini. Dari data yang dimiliki PD Pasar, jika dihitung jumlah pedagang yang ada di Pasar Anyar yakni jumlah pedagang dan lapak tersedia sudah cukup dan tidak perlu adanya relokasi. Tapi yang terjadi adalah seluruh pedagang di lantai II akan turun untuk berjualan, sehingga di atas kosong.

Baca juga :  Pemprov Bali Raih Opini WTP untuk Ketujuh Kalinya, Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2019 Sesuai SAP

“Sekarang kami akan segera tertibkan, bagi pedagang yang tidak memiliki register di lantai bawah diarahkan untuk kembali berdagang di lantai atas, dan ini tentu adalah kewenangan yang dimiliki PD Pasar untuk mengaturnya,” ujar Suyasa.

Selain ada penguraian pasar, menurut Suyasa yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, juga akan dilakukan penerapan protokol kesehatan di pasar dengan skema baru, baik itu jalan keluar dan masuk pasar harus ditetapkan. Jika masuk pasar masyarakat wajib mencuci tangan, begitu juga saat keluar pasar kembali mencuci tangan.

Karena hal itu sifatnya preventif, maka yang menjadi penekanan saat ini adalah pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 di areal pasar dan masing-masing dibentuk oleh PD Pasar dengan melibatkan unsur TNI-Polri, pecalang, desa adat dan Satpol PP. “Ini sesuai arahan langsung dari GTPP Covid-19 Provinsi Bali,” jelas Suyasa.

Baca juga :  Insan Pers dan KSP Diskusi Menyelamatkan Industri Media

Direktur Utama PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana mengaku, sudah mulai melaksanakan penguraian terhadap pedagang dari Jalan Durian dan Jalan Sawo untuk dipindahkan ke lantai II di pasar Anyar. Ada sebanyak 90 pedagang sudah masuk dari total 116 tempat yang telah disediakan oleh PD Pasar Buleleng.

“Berdasarkan apa yang menjadi hasil dari rapat ini, tentunya harus dilakukan evaluasi kembali berkaitan dengan jarak antar pedagang tersebut. Sebelumya, jarak yang telah diberikan sesuai dengan standar di Indonesia yakni jaraknya 1,5 meter dikalikan dua. Jadi ini masih perlu kami evaluasi dahulu,” pungkas Agus Yudiarsana. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.