Antisipasi Kebakaran, Lapas Singaraja Periksa Instalasi Listrik

  • Whatsapp
PENGECEKAN sistem kelistrikan di Lapas Singaraja. Foto: ist
PENGECEKAN sistem kelistrikan di Lapas Singaraja. Foto: ist

BULELENG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja  melakukan antisipasi potensi kebakaran pascaperistiwa kebakaran di Lapas Tangerang yang menewaskan 41 orang, belum lama ini.  Sebagai bentuk antisipasi, Lapas Singaraja berkoordinasi dengan PLN UP3 Bali Utara memeriksa dan merawat instalasi listrik di Lapas Singaraja, untuk dapat mengecek kelayakan peralatan listrik, beban yang diterima, dan kondisi jaringan kabel listrik yang terpasang.

Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini, mengatakan, berkoordinasi dengan PLN Bali Utara, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng untuk antisipasi gangguan. ‘’Kami sudah mengecek dan bersurat ke PLN dan Damkar. PLN cek kondisi kabel, apa masih layak atau tidak,’’ kata Mut Zaini, Jumat (10/9/2021).

Bacaan Lainnya

Selain itu, jalur evakuasi sebagai jalur darurat bagi warga binaan (WB) Lapas Singaraja jika terjadi gangguan sudah disiapkan, yang menuju keluar areal Lapas. Menurut rencana akan digelar pelatihan bagi para petugas untuk menanggulangi kebakaran. ‘’Kalau simulasi, kami menunggu jawaban Damkar untuk pelatihan petugas,’’ ujar Mut Zaini.

Peralatan penanganan dini insiden kebakaran, seperti alat pemadam api ringan (Apar) sudah disiapkan oleh Lapas Singaraja sebanyak lima unit. Jumlah ini dirasa Mut Zaini sudah cukup untuk di lingkungan Lapas Singaraja yang dihuni oleh 259 warga binaan (WB) dari kapasitas 100 orang.

Baca juga :  Galeri Lukisan Perupa Binaan Bank BPD Bali Dibuka, Dokter Bagus Tampil Perdana

Penempatan lima unit Apar ini, diakui Mut Zaini, di beberapa titik lokasi dianggap rawan terjadi insiden kebakaran, baik itu lokasi listrik, dapur dan lokasi lainnya. ‘’Ini untuk api kecil, kalau api besar kami tetap berhubungan dengan Damkar. Saya rasa (Lima unit Apar) cukup. dan saya harap, tidak ada insiden gangguan di Lapas Singaraja,’’ jelas Mut Zaini.

Antisipasi dini terhadap insiden gangguan di Lapas pun sempat mendapatkan sorotan dari Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab, pada Kamis (9/9) lalu. Menurut Umar, seluruh Lapas di Bali saat ini sudah overload (kelebihan). Kondisi inipun menimbulkan potensi.

Potensi terkecil, yakni bisa terjadi perselisihan antara WB di Lapas itu sendiri. Ke depannya, Ombudsman RI Provinsi Bali akan mendatangi seluruh Lapas yang ada di Bali untuk mengecek sistem kelistrikan maupun jalur evakuasi. ‘’Saya minta cek, buat simulasi cara mengatasi dan evakuasi. Ini memang perlu diperhatikan,’’ pinta Umar menandaskan. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.