Anom Gumanti Optimis GiriAsa Peroleh 92,5 persen, Ini Alasannya

  • Whatsapp
I Gusti Anom Gumanti. Foto: ist
I GUSTI Anom Gumanti. foto: ist

MANGUPURA –  I Gusti Anom Gumanti menjadi tokoh yang memiliki peran sentral dalam mengawal kemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa (GiriAsa) dalam ajang Pilkada di Kabupaten Badung, 9 Desember 2020. Putra asli Kuta ini dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan GiriAsa Kabupaten Badung.

Anom Gumanti mengatakan, Pilkada Badung kali ini tidak bisa dianggap remeh karena melawan kolom kosong. Terlebih pertarungan melawan kolom kosong baru pertamakalinya terjadi dalam sejarah Pilkada Badung.

Bacaan Lainnya

Anom Gumanti mendaku ketika ditunjuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Paslon GiriAsa, belum terbayang akan langkah apa yang diambil. Namun secara sigap ia kemudian memutuskan untuk segera melakukan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu.

Disinggung target kemenangan yang dipasang paslon petahana GiriAsa, ia mengaku sangat optimis target kemenangan yang berhasil diraih mencapai 92,5 persen. Hal itu berkaca dari dukungan partai pengusung yang memiliki kursi terbanyak di Dewan Badung, apalagi itu disokong partai koalisi dan partai baru yang masuk lingkaran koalisi seperti PBB dan Hanura.

Kendati demikian, ia menegaskan tidak mau terbuai, apalagi menepuk dada akan hal tersebut. ‘’Selaku Ketua Tim Pemenangan saya harus optimis, namun tidak mau tepuk dada,’’ ujarnya.

Baca juga :  Ngamuk di Hotel, Bule Depresi Diamankan Satpol PP Denpasar, Lanjut Dirujuk ke RSUP Sanglah

Selain melawan kolom kosong, tantangan yang dihadapi pihaknya juga terkait situasi pandemi saat ini dan opini di masyarakat tentang kolom kosong. Timnya harus bekerja ekstra meraih simpati masyarakat agar memilih paslon GiriAsa, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk datang mempergunakan hak pilihnya.

Ia juga menegaskan bahwa timnya sudah bergerak melakukan konsolidasi dengan partai koalisi yang dijabarkan nantinya tiap kecamatan, desa bahkan TPS. Apalagi secara struktur partai ada sampai ke tingkat banjar dan sudah terkoordinasi. Belum lagi ada kelompok-kelompok masyarakat semacam relawan yang juga didorong bersama-sama aktif meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada kali ini.

Menurutnya, yang perlu menjadi perhatian bersama adalah terkait legitimasi pemimpin yang sudah diatur dalam undang-undang. Dimana ketika terjadi kekosongan kekuasaan, maka yang akan rugi adalah masyarakat. Oleh karenanya masyarakat Badung harus ikut bersama memikirkan daerahnya.

Karena itu, sebagai warga negara yang mempunyai hak memilih, masyarakat diharapkan mempergunakan haknya tersebut dengan sebaik-baiknya. Sebab, kalau masyarakat bersifat apatis, maka itu akan kembali terkait dengan legitimasi kepemimpinan di Badung. ‘’Mari seluruh masyarakat Badung untuk memanfaatkan hak pilihnya dengan datang ke TPS Desember nanti. Sebab penyelenggara pemilu sudah mempersiapkan secara matang terkait protokol kesehatan yang diperlukan,’’ imbaunya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk dengan seksama melihat hal apa saja yang telah dilakukan pasangan petahana bagi masyarakat Badung selama masa periode kepemimpinannya. Semua itu dilakukan demi menyejahterakan masyarakat Badung, melalui program-programnya. Untuk itu masyarakat diminta berpikir jernih dan mempergunakan suaranya untuk kemajuan Badung ke depannya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.