Angkut Pasien Isoman ke Isoter, Danramil Kubu Keluhkan Nihil Ambulans Khusus

  • Whatsapp
DANRAMIL Kubu, Kapten Inf. Ketut Sukerada, keluhkan nihil ambulans khusus untuk angkut pasien isoman ke isoter. Ilustrasi. Foto: net
DANRAMIL Kubu, Kapten Inf. Ketut Sukerada, keluhkan nihil ambulans khusus untuk angkut pasien isoman ke isoter. Ilustrasi. Foto: net

KARANGASEM – Para pasien positif Covid-19 di Karangasem saat ini dirawat dan diisolasi di sejumlah tempat. Ada yang isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing, ada yang dirawat di rumah sakit, dan ada pula yang dirawat atau menjalani isolasi terpusat (isoter) yang disediakan Pemkab Karangasem di SKB Jasri dan di RS Pratama, Kubu. 

Terkait tempat isoter tersebut, petugas TNI/Polri berupaya membujuk warga terkonfirmasi positif yang menjalani isoman untuk pindah ke lokasi isoter yang disediakan pemerintah. Namun, ketika begitu warga isoman tersebut bersedia dibawa ke tempat isoter, petugas justru kesulitan mendapat kendaraan untuk mengangkut mereka.

Bacaan Lainnya

Danramil Kubu, Kapten Inf. Ketut Sukerada, Minggu (8/8/2021) menuturkan, saat ini banyak warga terkonfirmasi positif yang lebih memilih menjalani Isoman di rumah mereka masing-masing, kendati itu berpotensi menularkan Covid-19 ke anggota keluarga mereka lainnya. “Begitu warga yang isoman itu bersedia, anggota malah kesulitan mencari kendaraan angkut khusus Covid-19. Anggota berusaha menelpon puskesmas, pihak puskesmas berkelit dengan alasan mobil ambulans dipakai vaksinasi. Lha kan gak mungkin angkut orang yang terkonfirmasi dengan kendaraan pribadi, bisa tertular semua,” kisahnya.

Baca juga :  Menyucikan Pikiran di Hari Saraswati

Jika menyediakan tempat isolasi terpusat dan mengharuskan warga isoman diisolasi di sana, sebutnya, Pemkab Karangasem seharusnya juga menyediakan kendaraan angkut khusus Covid-19. Fungsinya untuk memindahkan warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang isoman menuju tempat isoter. 

Terkait polemik tidak adanya kendaraan angkut khusus Covid-19 yang disediakan Pemkab Karangasem, sampai berita ini ditulis belum ada penjelasan resmi dari Pemkab. Petugas Satgas Covid1-19 cenderung menutup diri dari awak media, bahkan tidak menjawab telepon atau membalas pesan yang dikirim melalui Whatsapp. Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, yang dimintai tanggapan, tidak menjawab panggilan dan pesan Whatsapp yang dikirim. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.