Anak-anak Mengarak Ogoh-ogoh, Sangat Baik untuk Kenalkan Seni Budaya

BUPATI Karangasem, I Gede Dana, saat melepas pawai ogoh-ogoh yang diikuti 195 anak TK Negeri Karangasem, Jumat (17/3/2023). Foto: ist

KARANGASEM – Sebanyak 195 anak TK Negeri Karangasem berkumpul di GOR Gunung Agung dengan membawa ogoh-ogoh, Jumat (17/3/2023) pagi. Mereka bersiap mengarak ogoh-ogoh mini secara berkelompok dalam pawai ogoh-ogoh mini yang dilepas Bupati Karangasem, I Gede Dana.

Usai melepas peserta pawai dengan ditandai pemukulan kentongan, Bupati Dana menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pawai ogoh-ogoh anak anak yang dilaksanakan TK Negeri Karangasem.

Read More

Menurutnya hal itu sangat baik sebagai contoh pengenalan seni, serta cara melestarikan dan mengenalkan sejak dini sebuah budaya seperti ogoh-ogoh setiap menjelang Hari Suci Nyepi.

Pengenalan terhadap budaya ini tidak hanya dilakukan sekolah, sambungnya, tapi juga harus dilakukan oleh orangtua masing-masing anak. Sebab, pembuatan hingga pawai ogoh-ogoh menjadi prosesi turun temurun masyarakat Hindu di Bali setiap menjelang Hari Raya Nyepi.

Dengan parade ini, Dana berharap, selain pengenalan seni budaya, anak-anak diberi pemahaman fungsi ogoh-ogoh. Termasuk filosofi dasar yang berkaitan dengan Hari Raya Nyepi.

“Ogoh-ogoh erat kaitannya dengan Hari Suci Nyepi, pemahaman itu meskipun di tingkat dasar, sudah harus ditanamkan kepada anak-anak sejak usia ini. Dengan pengenalan sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang memahami dan mencintai budaya, serta memiliki kreativitas,” terangnya.

Menurut panitia penyelenggara, jalur yang digunakan start di GOR Gunung Agung di Jalan Untung Surapati, pertigaan Abang dan finish di Kodim 1623. Pengamanan lalu lintas melibatkan polisi setempat dengan dipantau para guru juga orangtua anak anak.

Parade ogoh-ogoh ini perwujudan proyek P5 (Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila), karena TK Negeri adalah salah satu sekolah penggerak. P5 merupakan bagian dari struktur Kurikulum Merdeka, selain pembelajaran intrakurikuler.

P5 merupakan pembelajaran yang memberi pengalaman langsung sesuai dengan karakteristik lingkungan sekitar, agar anak memiliki kompetensi global dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ogoh-ogoh yang diparadekan merupakan hasil kolaborasi guru, anak serta orangtua yang banyak berperan. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.